Kamis, 14 Desember 2017

Jembatan darurat membahayakan, pemkab bangun jembatan layang

Kamis, 07 September 2017 18:57

Foto: Deni Suryanti Foto: Deni Suryanti
Ayo berbagi!

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah membangun akses permanen penghubung Desa Tanjung, Kecamatan Nguter dengan Desa Lengking, Kecamatan Bulu. Akses berupa jembatan layang di atas aliran Sungai Bengawan Solo ini dalam proses pengerjaan. Targetnya, pada Desember nanti selesai dikerjakan.

Kepala keamanan proyek, Iswoyo kepada Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (7/9) mengatakan, pembangunan jembatan dimulai bulan Agustus dan dijadwalkan rampung pada Desember 2017. 

Lebar jembatan enam meter dengan panjang mencapai 125 meter. Jembatan ini akan menggantikan jembatan darurat dari bambu sesek yang saat ini digunakan warga untuk menyeberangi Bengawan Solo. 

“Ada empat tiang penyangga jembatan dan saat ini dalam proses pengecoran,” ungkap Iswoyo.

Menurutnya, pelaksana proyek yakni PT Mitra Andalan Sakti terbilang sudah membidangi pembangunan jembatan gantung. Pekerjaan di Sukoharjo bukan pekerjaan pertama rekanan tersebut, sehingga target rampung Desember optimis bisa terlaksana. 

“Bisa jadi kurang dari target sudah selesai,” ujarnya.

Jembatan Lengking ini, lanjut Iswoyo, akan menjadi akses utama, karena selama ini warga hanya menggunakan jembatan sesek yang cukup berbahaya saat musim hujan. Kondisi air sungai yang naik juga bisa menyeret hanyut jembatan darurat, sementara jembatan lain paling dekat berjarak belasan kilo meter. 

“Bukan hanya akses yang terbuka, dampak ekonomi warga juga bisa terdorong,” imbuhnya.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar