Minggu, 22 Juli 2018 | 13:46 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Indonesia serukan aksi kesehatan untuk menghadapi perubahan iklim

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Kementerian Kesehatan RI menyerukan "rencana aksi kesehatan dalam menghadapi perubahan iklim" di hadapan perwakilan negara-negara dunia guna menangani bencana dan penyakit menular sebagai dampak pemanasan global.</p><p>Berdasarkan keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (8/9), Menkes Nila Moeloek mengatakan dalam diskusi meja bundar seluruh Menteri Kesehatan anggota South East Asia Regional Organization (SEARO) terkait Upaya Membangun Sistem Ketahanan Kesehatan terhadap Perubahan Iklim di Maladewa, bahwa kerja sama antarnegara anggota SEARO penting untuk membangun ketahanan kesehatan dalam skala lintas negara atau internasional.</p><p>"Pentingnya kerja sama negara-negara anggota SEARO dalam membangun sistem ketahanan kesehatan terhadap perubahan iklim," kata Menkes.</p><p>Nila juga mengutarakan bahwa pemerintah Indonesia siap membagi pengalaman terbaik dalam penanganan bencana dan penyakit menular yang diyakini meningkat sebagai dampak perubahan iklim.</p><p>Para menteri kesehatan negara-negara anggota SEARO yang menghadiri pertemuan di Maladewa, Kamis (7/9), menyampaikan pandangan serupa mengenai pentingnya kerja sama kawasan dalam penanganan kesehatan dampak perubahan iklim.</p><p>"Berbagai kebijakan dan program telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dalam kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.</p><p>Kebijakan dan program tersebut yakni adanya Permenkes Nomor 1018 Tahun 2011 tentang Strategi Adaptasi Sektor Kesehatan terhadap Dampak Perubahan Iklim, dan Kepmenkes Nomor 035 Tahun 2012 tentang Pedoman Identifikasi Faktor Resiko Kesehatan akibat Perubahan Iklim.</p><p>Selain itu, program lain yang dilakukan oleh Kemenkes RI adalah sosialisasi dan advokasi strategi adaptasi perubahan iklim, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk adaptasi perubahan iklim, serta kajian pemetaan kerentanan untuk penyakit malaria dan demam berdarah di lima provinsi di Indonesia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 13:34 WIB

Pilot WNI tewas ditabrak di Madinah

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 13:29 WIB

1.000 nelayan Kota Kupang dilindungi asuransi

Asia Pasific | 22 Juli 2018 - 13:16 WIB

CIA: Tiongkok ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia

Aktual Sepakbola | 22 Juli 2018 - 12:53 WIB

Marckho Sandy bakal akhiri kontrak di Sriwijaya FC

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:37 WIB

HSU stop iklan rokok demi anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:25 WIB

Arab Saudi kirim 17.000 domba kurban ke Indonesia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com