Minggu, 16 Desember 2018 | 07:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Rupiah Jumat sore menguat ke Rp13.182

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.
<p>Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, bergerak menguat sebesar 128 poin menjadi Rp13.182 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.310 per dolar Amerika Serikat (AS).</p><p><br></p><p>Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Jumat mengatakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dinilai pelaku pasar masih kesulitan untuk menaikan suku bunga acuannya menyusul laju inflasi yang cenderung melambat, menjadi salah satu faktor utama yang menekan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.</p><p><br></p><p>"Mata uang regional seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura juga mengalami apresiasi terhadap dolar AS," ujarnya.</p><p><br></p><p>Di sisi lain, lanjut dia, kabar mengenai Wakil Gubernur The Fed, Stanley Fischer yang mengundurkan diri turut memberi dampak negatif bagi dolar AS. Apalagi, kondisi politik di Amerika Serikat juga relatif belum cukup kondusif.</p><p><br></p><p>"Situasi itu membuat pelaku pasar memperkirakan laju ekonomi Amerika Serikat akan melambat. Faktor ketidakyakinan investor, terutama investor dari luar Amerika Serikat terhadap Presiden AS Donald Trump juga turut menekan dolar AS," katanya.</p><p><br></p><p>Dari dalam negeri, lanjut dia, cadangan devisa Indonesia periode Agustus 2017 yang diproyeksikan kembali mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, turut membantu rupiah bergerak di area positif.</p><p><br></p><p>Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga menambahkan bahwa ketidakstabilan politik di Amerika Serikat dan menipisnya ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi faktor utama yang membebani mata uang dolar AS.</p><p><br></p><p>"Komentar dovish dari salah satu pejabat The Fed, Lael Brainard juga memperburuk fluktuasi dolar AS sehingga membuat investor mengevaluasi kembali aset berdenominasi dolar AS," katanya.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat ini (8/9) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.284 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.331 per dolar AS. Budi Suyanto. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, bergerak menguat sebesar 128 poin menjadi Rp13.182 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.310 per dolar Amerika Serikat (AS).</p><p><br></p><p>Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Jumat mengatakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dinilai pelaku pasar masih kesulitan untuk menaikan suku bunga acuannya menyusul laju inflasi yang cenderung melambat, menjadi salah satu faktor utama yang menekan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.</p><p><br></p><p>"Mata uang regional seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura juga mengalami apresiasi terhadap dolar AS," ujarnya.</p><p><br></p><p>Di sisi lain, lanjut dia, kabar mengenai Wakil Gubernur The Fed, Stanley Fischer yang mengundurkan diri turut memberi dampak negatif bagi dolar AS. Apalagi, kondisi politik di Amerika Serikat juga relatif belum cukup kondusif.</p><p><br></p><p>"Situasi itu membuat pelaku pasar memperkirakan laju ekonomi Amerika Serikat akan melambat. Faktor ketidakyakinan investor, terutama investor dari luar Amerika Serikat terhadap Presiden AS Donald Trump juga turut menekan dolar AS," katanya.</p><p><br></p><p>Dari dalam negeri, lanjut dia, cadangan devisa Indonesia periode Agustus 2017 yang diproyeksikan kembali mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, turut membantu rupiah bergerak di area positif.</p><p><br></p><p>Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga menambahkan bahwa ketidakstabilan politik di Amerika Serikat dan menipisnya ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi faktor utama yang membebani mata uang dolar AS.</p><p><br></p><p>"Komentar dovish dari salah satu pejabat The Fed, Lael Brainard juga memperburuk fluktuasi dolar AS sehingga membuat investor mengevaluasi kembali aset berdenominasi dolar AS," katanya.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat ini (8/9) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.284 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.331 per dolar AS. Budi Suyanto. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com