Selasa, 26 September 2017

Usaha Amal Tiongkok Yang Berkepribadian

Jumat, 08 September 2017 22:00

Ayo berbagi!

Tanggal 5 September adalah Hari Amal Tionghoa yang kedua. Mulai dari tanggal 1 September tahun 2016, Undang-Undang Amal sudah berlaku selama satu tahun. Pada saat tibanya "Hari Amal Tionghoa" yang kedua, Wakil Menteri Sipil Tiongkok Gu Chaoxi mengatakan, setelah diumumkannya Undang-Undang Amal, "Rancangan Peraturan Layanan Sukarela" yang berkaitan dengan Undang-Undang Amal telah diperiksa dan diterima oleh sidang rutin Dewan Negara, sementara pekerjaan revisi atas "Peraturan Administrasi Pendaftaran Organisasi Masyarakat", "Peraturan Administrasi Yayasan" dan "Peraturan Sementara Administrasi Pendaftaran Badan Swasta Non Perusahaan" telah mencapai kemajuan besar. Sistem usaha amal Tiongkok pada pokoknya sudah terbentuk.

Sementara itu, berbagai daerah mencantumkan usaha amal ke dalam rancangan umum perkembangan sosial, kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah untuk mendukung organisasi amal semakin sempurna, membeli layanan dari organisasi amal menjadi semakin ramai.

Gu Chaoxi mengatakan, menurut tuntutan Undang-Undang Amal, Kementerian Sipil sudah menetapkan platform internet gelombang pertama untuk secara terbuka mengumpulkan uang derma, platform terbuka informasi amal nasional "Tiongkok Amal" dan sistem informasi pelayanan sukarela nasional pada pokoknya sudah menyelesaikan perkerjaan pembangunan platform informasi tentang pertolongan bencana yang diikuti oleh kekuatan masyarakat.

Menurut data platform informasi "Tiongkok Amal", terhitung sampai tanggal 5 Semptember tahun ini, jumlah organisasi amal terdaftar yang diakui oleh badan urusan sipil berbagai tingkat tercatat 2.142, yang berkualitikasi untuk secara terbuka mengumpulkan uang derma sejumlah 520.

Gu Chaoxi mengatakan, sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Amal, perkembangan usaha amal Tiongkok telah memperoleh daya hidup yang baru dengan ciri khas sebagai berikut.

Yang pertama, kemampuan pengumpulan uang derma meningkat nyata. Kedua, aktivitas amal digelar dalam aneka bentuk. Ketiga, trust amal bertambah. Dan keempat, relawan ramai berpartisipasi dalam layanan amal.

Gu Chaoxi menyatakan, walau usaha amal Tiongkok telah mencapai kemajuan besar, namun tetap terdapat sejumlah persoalan, misalnya jumlah organisasi amal sedikit dan berskala kecil. Timbul pula organisasi amal palsu dan kelemahan pengawasan, pekerjaan amal menghadapi sejumlah persoalan baru. Gu Chaoxi mengatakan, pihaknya akan terus menerapkan Undang-Undang Amal, memainkan lebih lanjut peranan organisasi amal, memperluas layanan amal untuk masyarakat.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar