Selasa, 17 Oktober 2017

Yenny Wahid:

Agama tak ajarkan radikalisme

Minggu, 10 September 2017 22:57

Foto : Istimewa. Foto : Istimewa.
Ayo berbagi!

Founder Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid menegaskan, bahwa tidak ada agama satupun di dunia ini yang mengajarkan radikalisme dan intoleran.

Pun jika ada umat agama tertentu yang melakukan tindakan tersebut, maka itu bukanlah kesalahan dari agamanya, melainkan dari oknum manusianya sendiri.

"Agama tidak mungkin mengajarkan kekerasan, jikapun ada kekerasan yang diatasnamakan agama, itu karena kesalahan orangnya," kata Yenny Wahid dalam keterangan di kegiatan "Melody of Diversity" di Gedung Pusat Kebudayaan Soka Gakkai, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/9)

Bahkan merebaknya faham radikalisme dan intoleran di Indonesia juga menjadi konsentrasi lembaganya itu. Betapa tidak, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Wahid Foundation, Yenny mengatakan sebanyak 7,7 persen respondennya menyatakan siap jika diberikan kesempatan untuk bergabung dengan kelompok radikal dan intoleran.

"Angka 7,7% itu angka yang sangat besar. Dan ini harus kita waspadai bersama dan mencari bersama-sama solusinya agar tidak meluas, dan kalau bisa kita hilangkan sepenuhnya," terangnya.

Sementara itu, dalam kegiatan yang juga merupakan rangkaian kegiatan kampanye perdamaian dan peringatan Hari Perdamaian Internasional (International Peace Day) tersebut, Wahid Foundation pun bekerjasama dengan organisasi keagamaan asal Jepang bernama Soka Gakkai.

Menurut Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan mengatakan bahwa saat ini dunia khususnya di Indonesia sedang mengalami degradasi persatuan dalam keberagaman, khususnya bagi kaum mudanya. Padahal menurutnya, kekuatan besar bangsa Indonesia adalah berada pada persatuan tersebut.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan kesadaran, khususnya kepada generasi muda terkait dengan urgensi merayakan keberagaman yang ada di negeri ini. Bangsa ini besar lantaran penghargaan terhadap keberagaman yang ada," kata Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan dalam keterangannya, Minggu (10/9).

"Penghargaan tersebut mulai tampak melemah, generasi muda juga sudah mulai banyak mengabaikan sumber kebesaran bangsa ini, (yakni) keberagaman," imbuhnya.

Tentang Melody of Diversity

Perlu diketahui, bahwa kegiatan Melody of Diversity tersebut merupakan rangkaian kampanye perdamaian yang dilakukan oleh Soka Gakkai bersama dengan Wahid Foundation. Bahkan kegiatan tersebut sudah digelar sejak bulan Juni sampai Agustus 2017 dengan melibatkan beberapa kampus dan masyarakat umum di Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Soka Gakkai menggelar kegiatan pembuatan karya foto, quotes, dan video melalui sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya yang bertemakan Bhineka Tunggal Ika, serta kumpulan kegiatan diskusi dan dialog yang telah dilakukan bersama dengan perwakilan komunitas ataupun mahasiswa lainnya dengan latar belakang yang beragam.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar