Minggu, 22 Juli 2018 | 23:02 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Agama tak ajarkan radikalisme

Yenny Wahid:

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto : Istimewa.
Foto : Istimewa.
<p>Founder Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid menegaskan, bahwa tidak ada agama satupun di dunia ini yang mengajarkan radikalisme dan intoleran.</p><p><br></p><p>Pun jika ada umat agama tertentu yang melakukan tindakan tersebut, maka itu bukanlah kesalahan dari agamanya, melainkan dari oknum manusianya sendiri.</p><p><br></p><p>"Agama tidak mungkin mengajarkan kekerasan, jikapun ada kekerasan yang diatasnamakan agama, itu karena kesalahan orangnya," kata Yenny Wahid dalam keterangan di kegiatan "Melody of Diversity" di Gedung Pusat Kebudayaan Soka Gakkai, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/9)</p><p><br></p><p>Bahkan merebaknya faham radikalisme dan intoleran di Indonesia juga menjadi konsentrasi lembaganya itu. Betapa tidak, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Wahid Foundation, Yenny mengatakan sebanyak 7,7 persen respondennya menyatakan siap jika diberikan kesempatan untuk bergabung dengan kelompok radikal dan intoleran.</p><p><br></p><p>"Angka 7,7% itu angka yang sangat besar. Dan ini harus kita waspadai bersama dan mencari bersama-sama solusinya agar tidak meluas, dan kalau bisa kita hilangkan sepenuhnya," terangnya.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kegiatan yang juga merupakan rangkaian kegiatan kampanye perdamaian dan peringatan Hari Perdamaian Internasional (International Peace Day) tersebut, Wahid Foundation pun bekerjasama dengan organisasi keagamaan asal Jepang bernama Soka Gakkai.</p><p><br></p><p>Menurut Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan mengatakan bahwa saat ini dunia khususnya di Indonesia sedang mengalami degradasi persatuan dalam keberagaman, khususnya bagi kaum mudanya. Padahal menurutnya, kekuatan besar bangsa Indonesia adalah berada pada persatuan tersebut.</p><p><br></p><p>"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan kesadaran, khususnya kepada generasi muda terkait dengan urgensi merayakan keberagaman yang ada di negeri ini. Bangsa ini besar lantaran penghargaan terhadap keberagaman yang ada," kata Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan dalam keterangannya, Minggu (10/9).</p><p><br></p><p>"Penghargaan tersebut mulai tampak melemah, generasi muda juga sudah mulai banyak mengabaikan sumber kebesaran bangsa ini, (yakni) keberagaman," imbuhnya.</p><p><br></p><p><strong>Tentang Melody of Diversity</strong></p><p>Perlu diketahui, bahwa kegiatan Melody of Diversity tersebut merupakan rangkaian kampanye perdamaian yang dilakukan oleh Soka Gakkai bersama dengan Wahid Foundation. Bahkan kegiatan tersebut sudah digelar sejak bulan Juni sampai Agustus 2017 dengan melibatkan beberapa kampus dan masyarakat umum di Jakarta.</p><p><br></p><p>Dalam kegiatan tersebut, Soka Gakkai menggelar kegiatan pembuatan karya foto, quotes, dan video melalui sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya yang bertemakan Bhineka Tunggal Ika, serta kumpulan kegiatan diskusi dan dialog yang telah dilakukan bersama dengan perwakilan komunitas ataupun mahasiswa lainnya dengan latar belakang yang beragam.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:50 WIB

388 jamaah kloter 1 Embarkasi Medan diberangkatkan

Arestasi | 22 Juli 2018 - 21:27 WIB

Polsek Metro Tanah Abang ungkap kasus penculikan anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Hukum | 22 Juli 2018 - 21:05 WIB

Perindo ajukan uji materi UU Pemilu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com