Senin, 17 Desember 2018 | 18:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Ganjar: sekolah lima hari jangan dipersoalkan lagi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
<p>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar kebijakan sekolah lima hari yang sempat menjadi polemik di berbagai daerah, tidak perlu lagi dipersoalkan karena penerapannya bukan kewajiban melainkan menjadi pilihan masing-masing sekolah.</p><p>"Mau sekolah lima hari atau enam hari silakan, soal sekolah berapa hari jangan dipersoalkan," katanya di Semarang, Senin (11/9).</p><p>Ganjar menegaskan, kebijakan sekolah lima hari yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut tidak mewajibkan sekolah lima hari.</p><p>Menurut Ganjar, bagi sekolah yang tidak atau belum siap menerapkan lima hari sekolah tidak perlu memaksa diri, sebab sekolah enam hari pun diperbolehkan.</p><p>Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan, negara Finlandia yang menerapkan kebijakan sekolah selama tiga sampai empat jam dalam sehari.</p><p>"Kendati hanya empat jam belajar di sekolah, namun negaranya maju, bahkan Amerika mempelajari waktu pelaksanaan sekolah ke Finlandia dan menurut saya setiap negara memang harus mendesain sistem sekolah yang tepat dan paling baik," ujarnya.</p><p>Ganjar menyebutkan, kebijakan sekolah lima hari di Provinsi Jateng sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir, meskipun tidak semua sekolah menerapkan kebijakan tersebut dan hingga kini masih ada beberapa sekolah yang melaksanakannya.</p><p>"Terkait hasil evaluasi pelaksanaan lima hari sekolah, persoalan utamanya adalah menyangkut belum memadainya sarana transportasi di daerah," katanya.</p><p>Melihat kondisi yang ada di masyarakat, kebijakan sekolah lima hari selama delapan jam dalam sehari yang sebelumnya diatur melalui Permendikbud tentang Hari Sekolah diganti dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter.</p><p>Perpres itu menjelaskan bisa memilih sekolah lima hari atau enam hari sepekan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar kebijakan sekolah lima hari yang sempat menjadi polemik di berbagai daerah, tidak perlu lagi dipersoalkan karena penerapannya bukan kewajiban melainkan menjadi pilihan masing-masing sekolah.</p><p>"Mau sekolah lima hari atau enam hari silakan, soal sekolah berapa hari jangan dipersoalkan," katanya di Semarang, Senin (11/9).</p><p>Ganjar menegaskan, kebijakan sekolah lima hari yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut tidak mewajibkan sekolah lima hari.</p><p>Menurut Ganjar, bagi sekolah yang tidak atau belum siap menerapkan lima hari sekolah tidak perlu memaksa diri, sebab sekolah enam hari pun diperbolehkan.</p><p>Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan, negara Finlandia yang menerapkan kebijakan sekolah selama tiga sampai empat jam dalam sehari.</p><p>"Kendati hanya empat jam belajar di sekolah, namun negaranya maju, bahkan Amerika mempelajari waktu pelaksanaan sekolah ke Finlandia dan menurut saya setiap negara memang harus mendesain sistem sekolah yang tepat dan paling baik," ujarnya.</p><p>Ganjar menyebutkan, kebijakan sekolah lima hari di Provinsi Jateng sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir, meskipun tidak semua sekolah menerapkan kebijakan tersebut dan hingga kini masih ada beberapa sekolah yang melaksanakannya.</p><p>"Terkait hasil evaluasi pelaksanaan lima hari sekolah, persoalan utamanya adalah menyangkut belum memadainya sarana transportasi di daerah," katanya.</p><p>Melihat kondisi yang ada di masyarakat, kebijakan sekolah lima hari selama delapan jam dalam sehari yang sebelumnya diatur melalui Permendikbud tentang Hari Sekolah diganti dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter.</p><p>Perpres itu menjelaskan bisa memilih sekolah lima hari atau enam hari sepekan. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com