Selasa, 26 September 2017

Upaya Mengendalikan Populasi Kanguru dengan Memakan Dagingnya

Senin, 11 September 2017 21:09

(Courtesy: AustraliaPlus) Kanguru ini telah memakan vegetasi di taman konservasi Lembah Barossa. (Courtesy: AustraliaPlus) Kanguru ini telah memakan vegetasi di taman konservasi Lembah Barossa.
Ayo berbagi!

Warga Australia diminta untuk membiasakan diri dengan daging kanguru serta membantu mengendalikan populasi hewan marsupial berkaki besar ini demi melindungi spesies lain.

Demikian dikatakan pakar lingkungan Associate Professor David Paton, dari University of Adelaide, Australia Selatan (SA).

Menurut dia, masyarakat Australia perlu mendukung upaya pemusnahan kanguru di daerah tertentu dan mengkonsumsi dagingnya ini untuk memastikan bangkainya tidak terbuang sia-sia.

"Jika kita ingin memusnahkan hewan ini, kita harus melakukannya secara manusiawi. Tapi kita juga harus memikirkan apa yang mungkin bisa kita manfaatkan dari hewan yang dibunuh tersebut," katanya.

"Kita seharusnya tidak hanya membiarkan mereka di membusuk di lapangan atau di dalam kawasan konservasi."

Prof Paton melakukan percobaan berupa padang semak yang dipagari di Taman Konservasi Sandy Creek di Barossa Valley, Australia Selatan (SA).

Menurutnya jumlah kanguru kelaparan yang terus meningkat tidak dapat memasuki kawasan percobaan itu, sehingga vegetasi tersebut kembali ke tingkat seperti tahun 1970an.

Karena bisa tumbuh lebih leluasa, tanaman di kawasan konservasi ini dapat mendukung kehidupan burung-burung yang populasinya sebelumnya jauh ketinggalan dibandingkan kanguru abu-abu di kawasan ini.

"Kondisi ini seperti yang saya ingat ketika saya masih muda dan baru mulai menjadi ahli ekologi. Inilah yang seharusnya kita lihat di tempat-tempat seperti ini," kata Prof Paton.

Penetapan kawasan 'eksklusi' bgai kangguru di Taman Konservasi Sandy Creek
Penetapan kawasan "eksklusi" yang menghentikan kanguru masuk dan mengubah tanaman menjadi "bonsai" dengan selera mereka yang rakus.

ABC News: Tom Fedorowytsch

"Jika kita tidak memusnahkan kanguru atau tidak mengurangi populasi mereka, maka kita akan kehilangan banyak keanekaragaman hayati lainnya."

Dia tidak menolak kehadiran kanguru dan menyalahkan manusia atas praktik pertanahan, pemindahan predator, yang menyebabkan hewan khas Australia ini populasinya terus berkembang.

"Bukan kesalahan kanguru, jika jumlah mereka berkembang berlebihan. Mungkin kita enggan mengusir mereka, menyingkirkannya dari sistem lebih cepat, untuk mencegah kerusakan yang terjadi," kata Prof. Paton.

Lahan publik dan swasta

Departemen Lingkungan Hidup, Air dan Sumber Daya Alam Australia Selatan memperkirakan ada 4,7 juta kanguru di zona pertanian komersial, yang mencakup kawasan pedesaan di Australia Selatan.

Direktur regional Brenton Grear membenarkan upaya pemusnahan juga telah dilakukan di Mount Lofty Ranges.

Kanguru di Barossa Valley
Kondisi hewan-hewan Kanguru tetap baik setelah beberapa tahun terlewati dengan tingkat curah hujan yang diatas rata-rata.

ABC News: Tom Fedorowytsch

"Kami sedang menerapkan sejumlah program pengendalian di berbagai taman. Kami ingin memperluas program pengendalian tersebut," katanya.

"Di bawah Undang-undang Taman Nasional dan Satwa Liar, kita dapat melakukan tindakan di taman untuk memusnahkan kanguru. Kita juga memiliki... izin melakukan penghancuran yang memungkinkan. Semua ini dilakukan dalam kaitannya dengan Undang-Undang Kesejahteraan Hewan."

Brenton Grear ingin meyakinkan masyarakat bahwa hewan-hewan kanguru itu dimusnahkan dengan cara-cara yang manusiawi.

"Kami menggunakan penembak yang kompeten untuk benar-benar memastikan bahwa hewan itu dibunuh secara manusiawi."

Baca juga:

Seorang Wanita Nyaris Tewas Diserang Kanguru di Melbourne

Tapi organisasi advokasi binatang Animal Liberation South Australia mempertanyakan apakah bisa hewan marsupial ini dikendalikan melalui cara-cara yang tidak mematikan. Mereka menentang opsi pemusnahan.

"Ada beberapa wacana tentang sterilisasi. Namun saya pikir itu agak lama, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memindahkan kanguru," kata Sally Sutton.

"Saya tahu bahwa mereka seharusnya ditembak di bagian kepala. Tapi apakah harus seperti itu, terutama karena banyak pemusnahan dilakukan di malam hari? Bagaimana mereka bisa melihat mereka menembak di bagian kepala? Bagaimana dengan nasib bayi kanguru atau joeys, yang ada di kantong atau di kaki induknya?"

Dukungan politik

Tom Kenyon, anggota parlemen dari dapil Newland di pinggiran Kota Adelaide, memiliki kekhawatiran yang sama tentang jumlah kanguru yang terlalu banyak.

"Beberapa konstituen memberitahu saya, mereka mendapatkan kanguru yang masuk ke properti mereka dalam jumlah sangat besar. Hal itu menjadi masalah bagi mereka," katanya.

Ekolog David Pato
Ekolog David Paton mengatakan populasi vegetasi asli di Australia sangat jauh berkurang karena kanguru berlebihan memakan mereka.

ABC News: Tom Fedorowytsch

Kenyon, yang memiliki gelar dalam pengelolaan lingkungan, mengatakan bahwa sebuah upaya pemusnahan mungkin merupakan solusi "yang paling tidak buruk".

"Pengelolaan hewan ini tidak rapi. Dari waktu ke waktu pengelolaannya menjadi sangat buruk ... tapi kelaparan massal hewan kanguru juga hal yang tidak bagus," katanya.

David Paton mengatakan bahwa menghadapi ledakan spesies yang menjadi lambing negara bagian mereka adalah hal yang pelik.

"Apakah ini semata-mata soal kanguru dan satu-satunya yang dipertimbangkan? Atau apakah ini persoalan mengelola kangguru di lansekap dimana mereka tidak mengkonsumsi secara berlebihan keanekaragaman hayati kita?" ujarnya.

Diterjemahkan pada 10/9/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar