Sabtu, 18 November 2017

Teka-teki latihan militer besar-besaran Rusia

Selasa, 12 September 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Zapad dikatakan sebagai latihan militer, namun saat Rusia dan Belarus memulai Zapad-2017 pekan ini, banyak negara-negara tetangga melihat dengan gugup.

Zapad-2017 ("Barat-2017") adalah latihan gabungan strategis melibatkan pasukan militer Rusia dan Belarus, diharapkan dimulai pada 14 September di wilayah militer barat Rusia Kaliningrad, dan di seluruh Belarus.

Dijadwalkan selama seminggu, namun dapat berjalan lebih panjang. Latihan ini bagian dari siklus manuver empat tahunan yang setiap tahunnya fokus ke satu wilayah luas atau "sektor" ("Barat", "Timur", "Pusat" atau "Kaukasus").

Namun latihan Zapad tahun ini menarik perhatian yang jauh lebih besar dibanding latihan sebelumnya pada 2013.

Konteksnya telah berubah dengan signifikan. Rusia telah mencaplok dan menganeksasi Krimea; juga telah mendukung perang separatis di timur Ukraina dengan persenjataan, pelatihan dan untuk beberapa periode, unit tempur mereka sendiri.

Rusia lantas dilihat oleh beberapa negara Nato lebih berbahaya.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut usaha Rusia untuk latihan itu sebagai "persiapan untuk serangan perang pada skala benua". Pertahanan di perbatasan Ukraina, katanya, sedang diperkuat.

Dia juga menuding Rusia menggunakan dalih latihan untuk memobilisasi dan menempatkan pasukan untuk melakukan serangan.

Presiden Poroshenko mengatakan dia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa latihan itu "dapat digunakan sebagai tabir untuk menciptakan kelompok tentara baru Rusia untuk menyerang wilayah teritori Ukraina ".

Pasukan sedang begerak

Pengamat dan orang dalam NATO tidak serta merta sepakat tentang kecemasan akan kemungkinan Rusia melakukan invasi habis-habisan terhadap Ukraina.

Pakar Rusia Keir Giles, anggota think tank Chatham House, mengakui bahwa "sebelumnya latihan Rusia dengan skala ini berujung pengerahan pasukan untuk melakukan operasi militer, terhadap Georgia pada 2008 dan terhadap Ukraina pada 2014".

Meski begitu, katanya, "kedua gerakan militer itu didahului suatu krisis politik tertentu yang saat ini tak tampak di Eropa".

"Namun banyak latihan besar Rusia lainnya yang tidak berakhir dengan invasi," katanya.

Meskipun demikian, ketakutan akan kebangkitan dan semakin agresifnya Rusia cukup nyata. Itulah sebabnya, selama tahun lalu, NATO telah mengirimkan beberapa kelompok kecil multi-nasional ke Polandia dan ke masing-masing dari tiga republik Baltik untuk menegaskan pesannya.

Dan itulah sebabnya latihan perang tahun ini akan diawasi begitu cermat.

Seberapa kontroversial isu ini? Rusia, tidak seperti Belarus, jauh lebih enggan untuk mengundang pengamat Barat untuk kepentingan apa pun. Ini terlepas dari kenyataan bahwa, sebagai anggota badan keamanan internasional OSCE, wajib untuk mengirimkan undangan jika latihan diikuti lebih dari 13.000 tentara.

Giles mencatat bahwa, meski Rusia mungkin "puas melihat Eropa khawatir dengan prospek Moskow memiliki suatu kewibawaan militer". Belarus justru berusaha untuk menenangkan situasi.

Pelatihan yang dilakukan di tengah-tengah negeri itu -tidak dekat perbatasan Polandia dan Lithuania- adalah kebijakan yang disengaja yang dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan salah tafsir atau insiden ketika tentara dan pesawat udara Rusia mendekati perbatasan NATO.

Belarus lebih terbuka kepada pengamat internasional. Yang jelas satelit, radar udara dan alat pengumpulan intelijen nasional lainnya akan digunakan oleh negara-negara NATO.

Selain itu, berbagai upaya sedang dilakukan untuk memobilisasi warga yang khawatir di Belarus untuk mengamati pergerakan militer di wilayah mereka dan mempostingnya ke internet untuk kepentingan nonpemerintah, analis open-source dan para pakar.

Seberapa banyak pasukan?

Jadi seberapa besar latihan ini dan apa yang akan diamati para analis dan pengamat Barat? Penilaiannya akan sangat berbeda.

Rusia mengatakan sekitar 12.700 pasukan akan dilibatkan secara total, termasuk sejumlah kontingen yang signifikan dari Belarus. (Perhatikan bahwa ini di bawah ambang OSCE sebanyak 13.000.)

Para pakar Barat mengamati persiapan, khususnya pemasangan jalur kereta dengan dek terbuka -cara utama untuk memindahkan formasi lapis baja berat ke area latihan- yakin bahwa jumlahnya akan jauh lebih banyak.

Sebagian memperkirakan bahwa kemungkinan yang terlibat bisa mencapai hampir 80.000 pasukan, namun karena terdiri dari serangkaian latihan dan mobilisasi maka sulit untuk mengetahui angka persisnya.

Rusia akan menguji kapasitasnya untuk menampung dan merespons sebagian bentuk agresi dari luar dan akan mengerahkan beberapa unit dari berbagai satuan: pasukan kendaraan berat; pasukan udara; tim pengintai elit "spetsnaz" dan para spesialis perang elektronik.

Armada Baltik akan dilibatkan, begitu juga unit dari Korps ke-14 yang berbasis di Kaliningrad. Satu hal yang menarik mungkin bagian yang dimainkan di tingkat taktis dan strategis dari "pasukan operasi informasi", sebuah formasi yang relatif baru dalam tatanan pertempuran Rusia.

Memang, meski mungkin ada banyak yang bisa dipelajari tentang penggunaan artileri Rusia, kemampuannya dalam peperangan elektronik (yang sudah nyata dalam pertempuran di Ukraina) dan semakin pentingnya perlengkapan militer yang presisi dalam pemikiran Rusia, mungkin aspek informasi inilah yang saat ini terpenting.

Melampaui gerakan pasukan, Zapad-2017 adalah bagian dari upaya propaganda yang lebih luas untuk mempengaruhi dan membentuk opini di Barat.

Atmosfir kecurigaan

Analis AS Michael Kofman dalam sebuah artikel yang sangat menarik di situs War on the Rocks, menjelaskan Zapad sebagai "jendela yang baik ke pola pikir Rusia."

"Untuk semua modernisasi dan transformasi di angkatan bersenjata Rusia," tulisnya, "pada kenyataannya kepemimpinan Rusia mungkin masih takut: takut Amerika Serikat akan mencoba menawar Belarus, takut dengan keunggulan teknologi dan ekonomi AS, takut AS berusaha mengubah rezim di Moskow, dan takut Washington menginginkan fragmentasi total pengaruh Rusia di luar negeri di tempat yang dekat, atau bahkan lebih buruk lagi, Rusia sendiri."

"Zapad," katanya, "adalah manifestasi yang paling jelas akan semua kekhawatiran ini, dan sebuah ancaman dari Moskow ke Amerika Serikat akan apa yang dapat dilakukannya jika hal terburuk terjadi."

Dan bagaimana dengan kekhawatiran yang ada di beberapa tempat bahwa ini bisa lebih dari sekedar latihan? Giles tetap tidak yakin dengan hiperbola media seputar Zapad.

Namun dia memiliki kewaspadaan ini: "Saat untuk mengamati penyebaran pasukan itu secara dekat, adalah setelah latihan sebenarnya sudah berakhir."

Hari terakhir Zapad adalah 20 September namun, katanya, "Pasukan Rusia dijadwalkan untuk meninggalkan Belarus pada 30 September, setelah para pengamat pergi, dan saat minat media sudah menurun. Di situlah waktu untuk menentukan apakah Zapad tahun ini berjalan dengan damai."

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar