Sabtu, 23 September 2017

Elpiji melon langka, Pemkab Kudus gelar operasi pasar

Selasa, 12 September 2017 20:05

Foto: Sutini Foto: Sutini
Ayo berbagi!

Guna menenuhi kebutuhan elpiji bersubsidi tiga kilogram di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar kegiatan operasi pasar (OP) elpiji di sembilan kecamatan dengan total sebanyak 6.160 tabung, Selasa (12/9). 

Kegiatan OP tersebut dilaksanakan mulai hari ini hingga Jumat (15/9) mendatang. Pada kegiatan OP hari pertama di Kecamatan Mejobo, langsung dipadati masyarakat yang mengantri sedari pagi, karena harga elpiji di tingkat pengecer mencapai Rp25.000, sedangkan pada saat OP hanya dijual Rp15.500 sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Kabid Fasilitasi Perdagangan dan Promosi pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno kepada Kontributor Elshinta, Sutini mengatakan, OP digelar menyusul adanya laporan masyarakat terkait kekurangan elpiji bersubsidi sejak Idul Adha kemarin, sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina, yang kemudian disepakati adanya OP.

"Setelah adanya informasi terkait kekurangan elpiji di masyarakat, kami langsung menindaklanjuti dengan koordinasi bersama, sehingga diadakan OP hari ini," katanya.

Imam menegaskan, kekurangan elpiji kali ini disebabkan oleh tingginya permintaan sejak Idul Adha lalu. Terlebih, jatah fakultatif yang semula diperuntukan bulan puasa dan Lebaran mulai dihentikan sejak awal September.

Salah satu warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Mursidah mengatakan, dalam beberapa hari ini dirinya mengalami kesulitan mendapatkan elpiji. Para pengecer dan pangkalan selalu bilang kehabisan jika hendak membeli elpiji tiga kilogram, kalaupun ada di tingkat pengecer, harga jualnya mencapai Rp25.000 per kilogram. "Harganya jauh lebih mahal tapi mau gimana lagi terpaksa tetap beli," ujarnya.

Senada dengan warga Desa Kesambi, Dewi, tidak hanya sulit mencari elpiji tiga kilogram, tetapi harganya yang dipatok juga sangat tinggi. Dari pangkalan harganya sudah mencapai Rp20.000 per tabung, jadi sampai ke konsumen mencapai Rp23.000-24.000. 

"Dengan adanya OP, masyarakat sangat terbantu," paparnya.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar