Jumat, 22 Juni 2018 | 06:28 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

PM Bangladesh minta Myanmar ambil kembali warga Rohingya yang mengungsi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyerukan kepada Myanmar untuk mengambil kembali ratusan pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Negara Bagian Rakhine.</p><p>Ketika berbicara dalam kunjungan ke kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh, Sheikh Hasina meminta Myanmar memandang situasi ini penuh dengan rasa kemanusiaan dengan mengatakan orang-orang tak bersalah mengalami penderitaan.</p><p>&quot;Pesan pribadi saya sangat jelas bahwa mereka seharusnya mempertimbangkan situasi ini dari kacamata kemanusiaan,&quot; tegas PM Hasina kepada BBC pada Selasa (12/09).</p><p>&quot;Karena orang-orang ini adalah orang-orang tak bersalah. Anak-anak, perempuan menderita. Orang-orang ini adalah warga Myanmar. Ratusan tahun lalu mereka sudah tinggal di sana. Bagaimana mereka menafikkan bahwa mereka bukan warga negaranya?&quot;</p><h3>Terus tampung</h3><p>Sekitar 370.000 pengungsi Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Myanmar melancarkan operasi militer di Rakhine sebagai tanggapan atas serangan gerilyawan Rohingya, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA). </p><p>Militer Myanmar mengatakan operasi ditujukan untuk memerangi milisi Rohingya dan membantah menyerang warga sipil. </p><p>Akan tetapi para pengungsi yang melarikan diri mengatakan pasukan membalas serangan gerilyawan Rohingya terhadap pos-pos polisi pada 25 Agustus lalu dengan kekerasan brutal yang diikuti dengan pembakaran desa-desa Rohinga dengan tujuan mengusir mereka. </p><p>Sebelum gelombang baru, Bangladesh sudah menampung sekitar 400. 000 pengungsi Rohingya. </p> <ul> <li><a href="https://preview.api.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41226417">Bangladesh hadapi tantangan besar tangani Rohingya, bantuan Indonesia sudah sampai</a></li> <li><a href="https://preview.api.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41225883">PBB: Operasi militer terhadap Muslim Rohingya tergolong 'pembasmian etnis'</a></li> <li><a href="https://preview.api.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41239843">Diam lihat persekusi Rohingya. Aung San Suu Kyi dikecam lima peraih Nobel Perdamaian</a></li> </ul><p>Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina juga mengatakan negaranya akan terus memberikan penampungan sampai Myanmar mengambil mereka.</p><p>Ia juga mengecam kelompok militan Rohingya atas pecahnya kekerasan terbaru, tetapi dikatakannya bahwa pemerintah Myanmar seharusnya menangani masalah ini dengan cara yang lebih sabar lagi.</p><p>Rohingya, sebagian besar tinggal di Negara Bagian Rakhine yang mayoritasnya etnik Rakhine beragama Buddha, telah lama mengalami persekusi di Myanmar. </p><p>Myanmar menganggap mereka sebagai pendatang gelap dan menjuluki mereka dengan istilah 'orang Bengali' atau 'orang Muslim', tanpa menyebut nama 'Rohingya'.</p><p>Sebelumnya pemerintah Bangladesh mengatakan tengah menghadapi dua tantangan besar, menyediakan penampungan dan bantuan kemanusiaan lain, bagi ratusan ribu pengungsi baru Rohingya. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com