Jumat, 22 Juni 2018 | 06:28 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Keluarga Militan ISIS Dianggap Berpotensi Ancam Keamanan Australia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Sekitar 150 militan ISIS asal Australia diperkirakan pergi ke Irak dan Suriah, beberapa dengan keluarga muda mereka.
(Courtesy: AustraliaPlus) Sekitar 150 militan ISIS asal Australia diperkirakan pergi ke Irak dan Suriah, beberapa dengan keluarga muda mereka.
<p>Perlakuan terhadap keluarga anggota kelompok ISIS manapun ternyata menimbulkan masalah besar bagi badan keamanan Australia, mengingat istri dan anak-anak para militan asing tersebut ditemukan di Irak dan Suriah.</p><p>Irak menahan lebih dari 1.000 anggota keluarga militan asing ISIS di sebuah kamp padang pasir di selatan Mosul.</p><p>Levi West, seorang dosen terorisme dan keamanan nasional di Universitas Charles Sturt,  Melbourne, Victoria mengatakan, meski tidak ada angka "resmi", ada sekitar 150 militan asal Australia yang tinggal di Irak dan Suriah, beberapa di antaranya dengan keluarga muda.</p><p>West mengatakan, banyak masalah keamanan sekarang ini sedang diungkap, termasuk siapa yang menimbulkan ancaman internal.</p><p>"Pada usia berapa kita menilai anak-anak dari keluarga militan ISIS ini terlalu berisiko, mengingat mereka mungkin telah terpapar dan secara substansial terpengaruh atau justru berkomitmen terhadap kerangka ideologis ISIS yang akan menyebabkan masalah besar saat kami membawa mereka kembali ke Australia," jelasnya.</p><p>West mengatakan, ada juga kerusakan psikologis.</p><p>"Ada biaya terkait yang sangat besar begitu mereka kembali [ke Australia] karena mereka memerlukan perawatan substansial untuk hal-hal seperti gangguan stres pasca trauma dan sebagainya," sambungnya.</p><p><strong>Baca juga:</strong></p><p><a class="external" href="http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/hukuman-cambuk-dikenakan-terhadap-perempuan-aceh/8895604" target="_blank" title="">Pertama Kalinya Hukuman Cambuk Dilaksanakan di Lhokseumawe</a></p><p>Departemen Jaksa Agung Federal Australia mengatakan bahwa pihak mereka tahu ada beberapa militan Australia di luar negeri yang memiliki keluarga di zona konflik.</p><p>"Prioritas kami adalah menjaga agar masyarakat Australia tetap aman dari mereka yang berusaha membahayakan kami," ujarnya.</p><p>"Begitu penting bahwa kami mengidentifikasi dan mengurangi risiko potensial apapun. Setiap anak harus mematuhi hukum dan diperiksa oleh badan keamanan berdasarkan kasus per kasus sesuai dengan risiko yang bisa mereka hadapi."</p><p>Direktur kebijakan dan advokasi UNICEF Australia, Amy Lamoin, mengatakan bahwa ini adalah situasi yang sangat kompleks bagi Pemerintah Australia.</p><p>"Ini adalah keseimbangan kepentingan dan penting bagi kami untuk mempertimbangkan keamanan sebagai bagian dari masalah ini, tapi kita juga perlu mempertimbangkan hak anak untuk kembali," sebutnya.</p><p>"Agar mereka diberi dukungan yang tepat untuk pulih, melanjutkan kehidupan reguler, pendidikan dan berkontribusi pada anggota masyarakat.”</p><p>"Jika Anda melihat kehidupan anak-anak ini, kemungkinan mereka tidak memiliki pilihan dalam masalah ini. Pertama-tama mereka harus dianggap sebagai anak sebelum dianggap sebagai ancaman."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-09-12/what-to-do-with-australian-islamic-state-family-members/8895730" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p><p>Diterbitkan: 18:20 WIB 12/09/2017 oleh Nurina Savitri.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com