Jumat, 22 Juni 2018 | 01:16 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Aung San Suu Kyi akan absen di sidang Majelis Umum PBB

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Aung San Suu Kyi" src="http://c.files.bbci.co.uk/038C/production/_97780900_9c069172-df58-42ce-b41c-8a8a410449ac.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Aung San Suu Kyi dikritik karena dia diam akan kekerasan di Rakhine.</figcaption> </figure><p>Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi akan absen di Majelis Umum PBB pada pekan depan, karena semakin banyak kritik yang muncul atas penanganannya terhadap krisis Rohingya.</p><p>Sekitar 370.000 Muslim Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh sejak kekerasan di negara bagian Rakhine meningkat bulan lalu.</p><p>Suu Kyi menghadapi tuduhan dari para pendukung di Barat bahwa dia memilih diam terhadap aksi kekerasan tersebut.</p><p>Sejauh ini, militer Myanmar mengatakan bahwa mereka memerangi militan Rohingya dan membantah laporan bahwa mereka menargetkan warga sipil.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41211531">Krisis Rohingya: Mengapa Aung San Suu Kyi tidak beraksi?</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41227431">Komite di Oslo didesak ubah aturan untuk cabut Hadiah Nobel Aung San Suu Kyi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41239843">Diam lihat persekusi Rohingya. Aung San Suu Kyi dikecam lima peraih Nobel Perdamaian</a></li> </ul><p>Seorang juru bicara pemerintah untuk Suu Kyi, Zaw Htay, mengatakan &quot;dewan negara tidak akan hadir&quot; di sidang Majelis Umum, meski dia berbicara di forum tersebut pada tahun lalu. Namun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.</p><figure> <img alt="rohingya" src="http://c.files.bbci.co.uk/1557A/production/_97781478_rohingyaafpbuah.jpg" height="941" width="1494" /> <footer>ADIB.CHOWDHURY/AFP</footer> <figcaption>Para relawan di Bangladesh membagikan makanan kepada pengungsi Rohingya, 10 September 2017.</figcaption> </figure><p>Utusan Myanmar untuk PBB menyalahkan gerilyawan Rohingya atas kekerasan di negara bagian Rakhine dan mengatakan bahwa Myanmar tidak akan pernah mentolerir kekejaman tersebut.</p><p>Namun banyak dari mereka yang melarikan diri mengatakan tentara yang menyerang balik serangan militan Rohingya pada tanggal 25 Agustus dengan kekerasan dan pembakaran desa yang brutal bertujuan mengusir mereka.</p><p>Myanmar sebelumnya mengecam usulan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Raad al-Hussein, bahwa perlakuan Myanmar terhadap Muslim Rohingya terhitung <a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41225883">&quot;pembersihan etnis&quot;</a>.</p><p>Orang-orang Rohingya, kelompok minoritas yang tidak memiliki status kewargaan yang kebanyakan beragama Muslim di Rakhine yang mayoritas beragama Hindu, telah lama mengalami persekusi di Myanmar, yang mengatakan bahwa mereka adalah imigran ilegal.</p><p>Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada hari Rabu untuk membahas krisis tersebut.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com