Kamis, 19 Juli 2018 | 12:59 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

PBB: tanggap darurat pengungsi Rohingya harus dipacu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Badan-badan bantuan harus meningkatkan operasi secara besar-besaran untuk menangani sekitar 400.000 pengungsi Rohingya yang masuk ke Bangladesh. </p><p>Seruan itu disampaikan oleh seorang pejabat senior Badan Pengungsi PBB (UNHCR), George William Okoth-Obbo ketika berkunjung ke lokasi-lokasi pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh pada Rabu (13/09).</p><p>&quot;Kita harus memacu tanggap darurat secara besar-besaran mulai dari makanan hingga penampungan,&quot; tegas Okoth-Obbo.</p><p>Ditambahkannya dengan adanya peningkatan jumlah pengungsi setiap hari maka krisis ini merupakan kondisi 'darurat dalam darurat'. </p><p>Selama kurang dari tiga minggu terakhir, orang Rohingya yang melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar telah mencapai sekitar 400.000 orang. </p><p>Mereka menyelematkan diri setelah otoritas Myanmar melancarkan operasi militer sebagai tanggapan atas penyerangan pos-pos polisi di Rakhine utara oleh gerilyawan Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA). Negara Bagian Rakhine, tempat sebagian besar orang Rohingya tinggal di Myanmar, dikenal dengan nama Arakan oleh komunitas Rohingya.</p><p>ARSA mengaku bertindak atas nama Rohingya dan menegaskan bahwa kelompok itu berjuang untuk orang Rohingya agar diakui sebagai etnik di Myanmar.</p><p>Menurut George William Okoth-Obbo, dana yang diperlukan untuk menangani pengungsi Rohingya melonjak tajam.</p><p>PBB menyerukan bantuan sebesar US$77 juta atau sekitar Rp1 triliun untuk mengatasi krisis terbaru ini namun jumlah itu dihitung berdasarkan situasi dua pekan lalu, sementara sekarang jumlah pengungsi sudah berlipat empat kali.</p><p>Menurut badan dunia itu, pengungsi masih mengalir ke Bangladesh untuk mencari perlindungan.</p><p>Hari ini pemerintah Indonesia secara resmi mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Bangladesh, <a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41226417">meskipun bukan bantuan pertama dari Indonesia</a> dalam krisis terbaru ini sebab lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah terlebih dulu terjun di sana. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:49 WIB

DPR rapat dengan Menperin bahas pertanggungjawaban keuangan

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:32 WIB

Saksi: Pelempar molotov rumah Mardani berjumlah dua orang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

DPR pertimbangkan setujui pengajuan kenaikan anggaran PKH

Ekonomi | 19 Juli 2018 - 12:16 WIB

Garis kemiskinan di Jambi naik 7,54 persen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com