Rabu, 27 September 2017

Terlibat simpan sabu 270 kg asal Tiongkok Irwan Toni dihukum mati

Kamis, 14 September 2017 13:32

Foto: Kontributor Elshinta, Amsal. Foto: Kontributor Elshinta, Amsal.
Ayo berbagi!

Terbukti bersalah menyediakan lokasi penyimpanan dan membantu peredaran sabu seberat 270 kilogram asal Tiongkok untuk dikawasan Kota Medan, Irwan Toni alias Ruslan dihukum mati oleh ketua Majelis Hakim Suyana dalam persidangan yang berlangsung diruang kartika Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/9).

Kontributor Elshinta, Amsal melaporkan, dalam kasus ini Irwan Toni diperintah Ayau untuk mencari gudang untuk penyimpanan ratusan kilo sabu tersebut.

Kemudian Irwan Toni berhasil menemukan lokasi pergudangan dikawasan Jade City Square Jalan Yos Sudarso KM 11,5 Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli.

Namun saat pengantaran barang dengan menggunakan truk sekitar tanggal 17 Oktober 2015 lalu, petugas BNN langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan sabu seberat 270 Kilogram yang dikirim oleh Dicky Nugraha ke gudang tersebut.

Saat pengrebekan Irwan Toni berhasil kabur, sedangkan Jimmy tertangkap saat itu juga, lalu Ayau, Daud alias Athiam dan Lukmansyah dilokasi terpisah

Usai membacakan putusan, majelis hakim yang diketuai Suyana, terdakwa mengajukan banding atas putusan tersebut hal yang sama juga disampaikan JPU dari Kejari Medan, Sindu yang sebelum menuntut hukuman mati kepada Irwan Toni

Selesai persidangan, Irwan Toni mohon doa agar bandingnya diterima, sebab ia masih memiliki anak yang masih balita. "Kawan media mohon bantu doa ya, agar banding saya diterima, demi tuhan saya tidak tahu kalau gudang yang dicarikan itu untuk simpan sabu," ucapnya sembari beberapa kali menghapus air mata dari pipinya.

Sebelumnya dalam kasus ini, empat pelaku lainnya yakni, Ayau, Daud alias Athiam, Jimmy Saputra Bin Rusli dan Lukmansyah bin Nasrul telah dihukum mati dalam putusan pengadilan negeri medan dan kini dalam proses kasasi di Mahkamah Agung.

Peredaran ratusan kilo sabu ini, bermula dari kesepakatan Daud alias Athiam dengan Lau Lai alias Jecky (DPO) seorang bandar sabu asal Malaysia di Hotel Malaka.

Dalam kasus ini, Irwan Toni bersama Ayau dan Jimmy mendapat uang sebanyak Rp300 juta, untuk mencari importir maupun lokasi gudang penyimpanan sabu.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar