Sabtu, 21 Juli 2018 | 02:48 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Terlibat simpan sabu 270 kg asal Tiongkok Irwan Toni dihukum mati

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Kontributor Elshinta, Amsal.
Foto: Kontributor Elshinta, Amsal.
<p>Terbukti bersalah menyediakan lokasi penyimpanan dan membantu peredaran sabu seberat 270 kilogram asal Tiongkok untuk dikawasan Kota Medan, Irwan Toni alias Ruslan dihukum mati oleh ketua Majelis Hakim Suyana dalam persidangan yang berlangsung diruang kartika Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/9).</p><p><i>Kontributor Elshinta, Amsal</i> melaporkan, dalam kasus ini Irwan Toni diperintah Ayau untuk mencari gudang untuk penyimpanan ratusan kilo sabu tersebut.</p><p>Kemudian Irwan Toni berhasil menemukan lokasi pergudangan dikawasan Jade City Square Jalan Yos Sudarso KM 11,5 Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli.</p><p>Namun saat pengantaran barang dengan menggunakan truk sekitar tanggal 17 Oktober 2015 lalu, petugas BNN langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan sabu seberat 270 Kilogram yang dikirim oleh Dicky Nugraha ke gudang tersebut.</p><p>Saat pengrebekan Irwan Toni berhasil kabur, sedangkan Jimmy tertangkap saat itu juga, lalu Ayau, Daud alias Athiam dan Lukmansyah dilokasi terpisah</p><p>Usai membacakan putusan, majelis hakim yang diketuai Suyana, terdakwa mengajukan banding atas putusan tersebut hal yang sama juga disampaikan JPU dari Kejari Medan, Sindu yang sebelum menuntut hukuman mati kepada Irwan Toni</p><p>Selesai persidangan, Irwan Toni mohon doa agar bandingnya diterima, sebab ia masih memiliki anak yang masih balita. "Kawan media mohon bantu doa ya, agar banding saya diterima, demi tuhan saya tidak tahu kalau gudang yang dicarikan itu untuk simpan sabu," ucapnya sembari beberapa kali menghapus air mata dari pipinya.</p><p>Sebelumnya dalam kasus ini, empat pelaku lainnya yakni, Ayau, Daud alias Athiam, Jimmy Saputra Bin Rusli dan Lukmansyah bin Nasrul telah dihukum mati dalam putusan pengadilan negeri medan dan kini dalam proses kasasi di Mahkamah Agung.</p><p>Peredaran ratusan kilo sabu ini, bermula dari kesepakatan Daud alias Athiam dengan Lau Lai alias Jecky (DPO) seorang bandar sabu asal Malaysia di Hotel Malaka.</p><p>Dalam kasus ini, Irwan Toni bersama Ayau dan Jimmy mendapat uang sebanyak Rp300 juta, untuk mencari importir maupun lokasi gudang penyimpanan sabu.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com