Jumat, 22 Juni 2018 | 06:27 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Presiden pertimbangkan permintaan dana desa untuk perpustakaan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Presiden Joko Widodo mempertimbangkan permintaan dana desa untuk membangun perpustakaan sehingga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat di desa-desa terpencil.</p><p>"Tadi sudah disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini," kata Presiden saat meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (14/9).</p><p>Jokowi juga terus mendorong para pegiat-pegiat literasi yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.</p><p>"Untuk pegiat-pegiat literasi, saya dulu pernah janji setiap tanggal 17, setiap bulannya, pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan. Berjalan ngak, kalau ngak berjalan, ada yang saya jewer nanti," kata Presiden.</p><p>Jokowi mengatakan bahwa jika programnya ini mudah untuk mengecek jika tidak berjalan, yakni dengan menanyakan langsung pada para pegiat literasi saat bertemua seperti saat ini.</p><p>"Ngeceknya gampang, pas ketemu gini, saya tanya jalan ngak, kalau jalan baik," katanya.</p><p>Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pendistribusian jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini dipusatkan melalui perpustakaan nasional.</p><p>"Ini kita hitung lebih efisien, murah. Kalau bisa jangan sendiri-sendiri, sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah, dan ya kalau kita ke sini kita lihat gedungnya seperti ini," kata Presiden.</p><p>Jokowi mengatakan bahwa saat ini eranya terobasan-terobosan digital dan "destruktif inovassion" sudah banyak terjadi di berbagai bidang dan semua hal bergerak, berkembang dengan cara tidak diduga, inovasinya cepat sekali.</p><p>"Kalau kita tidak ikut berubah, tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal. Saya senang sekali Perpusnas sudah mulai melakukan pengembangan serba digital, serba elektronik, tadi saya diberitahu, akan ada e-resources, e-book, e-journal dan macam e-lainnya," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com