Minggu, 19 November 2017

Hadir dalam perkawinan sejenis, anggota parlemen Israel dipaksa mundur

Kamis, 14 September 2017 15:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Seorang anggota parlemen Israel dari kubu Yahudi Ultra-Ortodoks mundur setelah dikecam para rabi karena menghadiri acara perkawinan sesama jenis keponakannya.

Yigal Guetta mengungkapkan dalam sebuah wawancara radio bahwa dia datang ke perkawinan homoseksual keponakannya itu dua tahun lalu.

Dia mengaku bahwa hubungan homoseksual bertentangan dengan keyakinannya tapi tetap menghadiri perkawinan -bersama istri dan anaknya- karena ingin membahagiakan keponakannya.

Namun lima rabi berpendapat bahwa pemikiran itu tidak tepat dan menulis surat terbuka yang menuduh Guetta 'menodai keinginan Tuhan'.

Mereka menuntut partainya yang beraliran Yahudi Ultra-Ortodoks, Partai Shas, memecatnya.

Sementara seorang mitranya dari Partai Shas, Yitzhak Vaknin, berpendapat dengan menghadiri pernikahan sesama jenis, maka Guetta telah melanggar hukum agama.

"Tidak ada situasi yang mengizinkan siapa pun untuk ikut serta dalam peristiwa seperti itu. Sama sekali terlarang," tegasnya kepada kantor berita AFP.

Guetta kemudian memilih menyampaikan pengunduran diri, Rabu (13/09), kepada Ketua Partai Shas, Aryeh Deri, yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri.

Langkah tersebut -dan juga menghadiri perkawinan keponakannya- dipuji oleh putrinya, Simcha Guetta, yang bangga dengan kesetiaan ayahnya atas keluarga.

"Dia keponakannya. Dengan mengundurkan diri, dia tampaknya dia melakukan semua itu dengan sadar," jelasnya dalam wawancara radio.

Dalam wawancara dengan radio militer Israel, 29 Agustus lalu, Guetta menjelaskan ingin membuat keponakannya senang namun menegaskan kepada anak-anaknya bahwa homoseksualitas itu terlarang.

"Saya mengatakan kepada anak-anak saya sebelum berangkat ke pesta itu: "Kalian harus tahu kita pergi untuk membahagiakan dia karena dia anak dari adik perempuan saya. NamunTorah (kitab Suci Yahudi) menyatakan hal itu dilarang dan tercela," katanya.

Lalu dia menambahkan: "Namun mau apa lagi? Pertimbangan pribadi saya tidak relevan."

Koran Haaretz mengtip sebuah sumber yang dekat dengan Guetta menyatakan bahwa dia menolak untuk meminta maaf -seperti didesak Partai Shas- dan memilih untuk mundur.

Walau Israel tidak melarang kaum homoseksual, perkawinan sesama jenis ditentang keras oleh pihak Yahudi Ortodoks, -yang berpengaruh di negara itu. Di Israel tidak bisa dilakukan perkawinan sesama jenis, namun yang melakukannya di luar negeri bisa mencatatkannya secara resmi di dalam sistem Isarel.

Ketua partai sekuler Yesh Atid , Yair Lapi mencuit: "sangat menyedihkan bahwa di israel pada tahun 2017, seorang anggota parlemen dipaksa mundur karena hadir dalam pernikahan da manusia yang saling mencintai satu sama lain."

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar