Sabtu, 21 Juli 2018 | 02:46 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Puluhan Pekerja Asing Ditangkap di Kebun Stroberi di Perth

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Para petugas Australian Border Force (ABF) menggerebek sebuah perkebunan stroberi di pinggiran Kota Perth dan menahan 36 pekerja asing ilegal.
(Courtesy: AustraliaPlus) Para petugas Australian Border Force (ABF) menggerebek sebuah perkebunan stroberi di pinggiran Kota Perth dan menahan 36 pekerja asing ilegal.
<p>Petugas-petugas Australian Border Force (ABF) menggerebek sebuah perkebunan stroberi di pinggiran Kota Perth dan menahan puluhan pekerja asing ilegal.</p><p>Menurut petugas, ada 36 orang pekerja yang ditemukan dalam penggerebekan di perkebunan yang terletak di daerah Bullsbook dan Wanneroo dalam beberapa hari terakhir.</p><p>Mereka yang ditangkap mencakup 28 pekerja yang melanggar ketentuan visa mereka serta delapan lainnya yang merupakan pekerja asing ilegal.</p><p>Pihak ABF menyatakan penggerebekan ini merupakan bagian dari operasi yang dijalankan bersama petugas kepolisian federal dan negara bagian. Tujuannya, menurut ABF, untuk membongkar eksploitasi yang dilakukan perusahaan penyalur tenaga kerja dan pihak pengusaha pengguna.</p><p>"Investigasi yang melibatkan berbagai lembaga ini menarget mereka yang terlibat dalam organisasi penipuan visa, pekerja ilegal dan eksploitasi warga negara asing," jelas ABF dalam pernyataannya.</p><p><strong>Baca Juga: </strong></p><p><a class="external" href="http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/pekerja-ilegal-asal-indonesia-ditangkap-di-australia/8093384" target="_blank" title=""><strong>Pekerja Ilegal Asal Indonesia Ditangkap di Australia</strong></a></p><p>Jurubicara perkebunan stroberi tersebut, Jamie Michael, kepada ABC Perth menjelaskan bahwa mereka mempekerjakan 240 orang saat terjadinya penggerebekan.</p><p>Michael yang merupakan pengurus organisasi pengusaha stroberi Strawberries Australia menjelaskan bahwa para pekerja tersebut tampaknya dipasok oleh pihak ketiga, yaitu penyalur tenaga kerja.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/8944402-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/8944402-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/8944402-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/8944402-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/8944402-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/8944402-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Border force officials search workers in a raid at a strawberry farm on the outskirts of Perth" alt="Border force officials search a worker up against a wall at a strawberry farm in Perth. " class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Petugas ABF memeriksa seorang pekerja di perkebunan stroberi di pinggiran Kota Perth.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>(Foto: Kiriman/ABF)</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>Sementara itu Clinton Sims dari ABF menjelaskan pihaknya berkomitmen memberantas praktek pekerja ilegal di Australia.</p><p>"ABF mendorong pengusaha untuk memenuhi tanggung jawab mereka, dan akan bertindak tegas terhadap mereka yang memilih melakukan hal yang tidak benar," tegasnya.</p><p>"Operasi ini menunjukkan langkah ABF dan mitra-mitranya dalam menarget operasi penyalur tenaga kerja ilegal dan membongkar pekerja ilegal dan eksploitasi warga negara asing," kata Sims.</p><p>"Mereka yang ditemukan mempekerjakan tenaga kerja ilegal dapat menghadapi hukuman, yang bisa berupa denda bagi individu hingga $AUD 25 ribu dan atau dua tahun penjara dan denda hingga $AUD 126 ribu bagi perusahaan untuk setiap orang pekerja ilegal," tambahnya.</p><p>Jamie Michael dalam pertemuan Strawberries Australia belum lama ini menyatakan, telah disepakati bahwa industri ini perlu lebih seksama memperhatikan praktek yang dilakukan dan perlu membuat suatu pedoman <em>code of conduct</em>.<br/> </p><p>Diterbitkan Kamis 14 September 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-09-14/border-force-rounds-up-illegal-workers-on-wa-strawberry-farm/8944140" target="_blank" title="">di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com