Jumat, 22 September 2017

Dua direktur RSIS divonis bebas

Kamis, 14 September 2017 19:36

Ayo berbagi!

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo menjatuhkan vonis bebas pada dua orang pengelola Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) di Pabelan, Kartasura Kabupaten Sukoharjo , Jawa Tengah, Kamis (14/9). Terdakwa Amin Romas dan Muhammad Djufri terhindar dari tuntutan 4 tahun penjara atas kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Majelis hakim yang diketuai Erma Suharti dengan hakim anggota Teddy Windiarto dan Joko Widodo membacakan putusan setelah melalui lebih dari tujuh bulan masa sidang kasus RSIS ini.

Ketua Majelis Hakim Erma Suharti kepada Reporter Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (14/9) menyatakan, kasus dugaan pemalsuan dokumen pembentukan Yayasan Wakaf untuk pengambilalihan RSIS dari Yayasan RSIS (Yarsis) menjadi dakwaan primer. Dalam fakta persidangan, terdakwa Amin Romas maupun M. Djufri tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan atau pasal 55 KUHP. Sedangkan pasal turut serta atau pasal 263 KUHP sebagai dakwaan subsider terbukti namun perbuatan tersebut tidak termasuk tindakan pidana.

”Melepaskan tedakwa satu dan dua dari segala tuntutan hukum sebagaimana dalam dakwaan subsider. Memulihkan hak terdakwa satu dan dua dalam kemampuan kedudukaan dan harkat serta martabat dalam keadaan seperti semula,” papar Erma.

Erma Suharti membacakan enam putusan sidang secara garis besar membebaskan terdakwa satu dan dua, mengembalikan barang bukti berupa dokumen dokumen dan membebankan biaya perkara pada negara.

Kuasa hukum terdakwa Amin Romas dan M.Djufri, Khairul Anwar mengaku yakin diputus bebas oleh pengadilan. Sebab, tim kuasa hukum telah mempelajari semua dokumen yang terkait dengan kasus ini. sejak awal kasus dugaan pemalsuan dokumen ini memang tidak memenuhi unsur pidana, Polda Jawa Tengah sendiri butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan berkas untuk disidangkan. “Terbukti hari ini klien kami dibebaskan dari semua tuduhan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, pihak Yarsis diwakili juru bicara M. As’ad menyayangkan putusan majelis hakim yang dinilai aneh. Pihaknya akan mengambil langkah berupa proses hukum lanjutan. “Jaksa harus bertindak, ada yang aneh dengan putusan hakim,” ucapnya.

Proses sidang putusan sengketa RSIS hari ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Sebab, beredar kabar salah satu kubu akan mengerahkan massa ke PN Sukoharjo untuk mengawal sidang.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar