Kamis, 21 Juni 2018 | 23:01 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Trump menghadang penjualan perusahaan teknologi AS ke Cina

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Trump" src="http://c.files.bbci.co.uk/4AE1/production/_97796191_3924aa26-ac1d-4b90-a53f-6c9eca22b166.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Getty Images</footer> </figure><p>Pemerintahan Trump melarang perusahaan teknologi AS dijual ke sebuah perusahaan Cina, dengan alasan resiko keamanan nasional.</p><p>Sejak November, Canyon Bridge Capital Partners yang dimiliki Cina telah berusaha mendapatkan izin untuk membeli Lattice Semiconductor seharga $1,3 milyar (Rp17 trilyun). </p><p>Perusahaan itu mengatakan mereka 'kecewa' atas keputusan itu. </p><p>Perintah itu diberikan saat AS sedang memperkuat posisinya dalam urusan bisnis dengan Cina. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39897208">Cina dan AS capai 10 poin kesepakatan perdagangan</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39838859">Keluarga menantu Trump larang wartawan Cina liput forum investasi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40915086">Presiden Cina Xi Jinping desak Trump jaga 'ucapan dan tindakan'</a></li> </ul><p>Bulan lalu AS meluncurkan sebuah pengkajian resmi mengenai praktik perlindungan kekayaan intelektual Cina, yang dikatakannya dapat memaksa perusahaan-perusahaan AS menyerahkan informasi berharga. </p><p>Politisi dan pimpinan militer AS juga telah mendorong pemerintahan Trump untuk mengawasi investasi Cina di AS, khususnya di industri teknologi.</p><h3>'Kesepakatan yang sangat bagus'</h3><p>Dalam pengumumannya, pemerintahan Trump mengatakan bahwa mereka khawatir mengenai &quot;potensi dipindahkannya&quot; kekayaan intelektual dari Lattice, perusahaan yang membuat chip komputer canggih. </p><p>Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa produk-produk Lattice digunakan oleh pemerintah AS.</p><p>Keputusan Trump sejalan dengan rekomendasi dari sebuah panel pemerintah AS yang mengkaji transaksi asing untuk pertimbangan keamanan nasional. </p><p>Rekomendasi panel biasanya sudah menentukan kasus-kasus seperti ini, namun perusahaan itu melakukan apa yang jarang dilakukan yaitu langsung banding ke presiden untuk mendapatkan izin. </p><p>Lattice yang berbasis di Oregon telah menderita masalah keuangan, dengan mengalami kerugian pada tahun 2016 dan 2015. Proposal dari Canyon Bridge menawarkan harga premium atas harga saham mereka. </p><p>Dalam sebuah pernyataan, CEO Lattice Darin Billerbeck mengatakan bahwa transaksi itu gagal &quot;demi kepentingan terbaik para pemegang saham, konsumen, pegawai kami dan Amerika Serikat&quot;.</p><p>Perusahaan pembuat chip itu, yang sekitar sepertiga pendapatannya dihasilkan di Cina, telah menggeser usahanya dari sestor militer dan mengatakan bahwa transaksi itu tidak akan berujung pada resiko keamanan. </p><p>Dalam upayanya untuk mendapatkan izin, mereka juga sudah berjanji untuk melipat gandakan jumlah pekerja di AS. </p><p>Canyon Bridge tidak menyinggung kekhawatiran seputar keamanan yang menjadi kecemasan pemerintah AS. </p><p>Perusahaan itu, yang keuangannya didukung China Venture Capital Fund, mengatakan bahwa mereka akan terus mencari investasi lain. Menurut AS, China Venture Capital Fund dimiliki oleh sebuah BUMN Cina. </p><p>&quot;Kami jelas kecewa akan keputusan hari ini oleh Presiden Amerika Serikat untuk meluputkan apa yang kami yakini adalah sebuah kesepakatan yang sangat bagus untuk para pemegang saham Lattice dan pegawainya dengan mengembangkan kesempatan untuk mempertahankan lapangan pekerjaan di Amerika,&quot; tulis perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dikirim lewat surat elektronik. </p><h3>Investasi Cina yang berkembang</h3><p>Keputusan Trump ini adalah keempat kalinya seorang presiden melarang dilakukannya kesepakatan swasta dengan alasan keamanan nasional. Presiden Barack Obama menggunakan otoritas itu dua kali, dan keduanya terhadap perusahaan Cina. </p><p>Pada tahun 1990, Presiden George HW Bush juga menghalangi perusahaan Cina membeli pabrik di Seattle.</p><p>Keputusan itu muncul akibat investasi Cina di AS melonjak, melebihi $46 milyar (Rp620 trilyun) pada 2016, tiga kali lipat jumlah pada 2015, menurut Rhodium Group.</p><p>Tahun ini angka itu pun tampaknya akan terlampaui. </p><p>Kesepakatan lain yang masih menunggu izin antara lain Ant Financial milik Jack Ma (pemilik Alibaba) yang ingin membeli perusahaan pengiriman uang AS MoneyGram senilai $1,2 milyar (Rp16 trilyun). </p><p>China Oceanwide Holdings Group juga sedang mencari izin untuk mengakuisisi perusahaan asuransi AS Genworth Financial senilai $2,7 milyar (Rp36 trilyun). </p><p>Para politisi AS telah mendorong pemerintahan Trump untuk menolak berbagai kesepakatan lain terkait perusahaan Cina. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com