Senin, 16 Juli 2018 | 05:44 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

PUPR: Belum perlu hujan buatan hadapi kemarau

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan belum perlunya upaya modifikasi cuaca, yakni hujan buatan menghadapi musim kemarau sekarang ini.</p><p><br></p><p>"Kami pasti koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kaitannya dengan cuaca," katanya usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (14/9).</p><p><br></p><p>Diakuinya, beberapa daerah memang ada yang mengalami kekeringan, tetapi iklim sepanjang tahun ini jauh lebih baik karena tidak sekering pada 2015 meski tidak sebasah iklim yang terjadi pada tahun lalu.</p><p><br></p><p>Kementerian PUPR terus memonitor bendungan yang ada, lanjut dia, dari 16 bendungan utama yang dimonitor, 10 bendungan di antaranya masih normal, dan enam bendungan berstatus di bawah normal.</p><p><br></p><p>"Di bawah normal ini bukan berarti kering, sebab masih bisa dioperasikan sesuai kondisi hidrologi. Beberapa bendungan yang kering ada juga, tetapi yang (berukuran, red.) kecil-kecil," katanya.</p><p><br></p><p>Untuk mengatasi kekeringan, kata dia, setidaknya ada 6.902 sumur bor yang dioperasikan, termasuk di Jawa Tengah, dan masyarakat yang daerahnya kekeringan bisa melaporkan untuk ditangani dengan sumur bor.</p><p><br></p><p>"Bagi daerah-daerah yang kekeringan, selain 'dropping' air bersih, saya sebagai yang punya otoritas penyediaan air meminta mulai dibor lagi tambahan-tambahannya, seperti di Pati, Sukabumi, dan Sumbawa," katanya.</p><p><br></p><p>Meski demikian, Basuki mengakui sejauh ini belum memerlukan modifikasi cuaca karena dari rapat koordinasi dengan jajaran gubernur tidak ada satu pun yang menyebutkan kondisi daerahnya darurat.</p><p><br></p><p>"Dari gubernur yang diundang, ada di antaranya Gubernur Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jateng, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, tidak ada satupun yang bilang darurat," katanya.</p><p><br></p><p>Dari BMKG, kata dia, juga menjelaskan kondisi kekeringan disebabkan pula perubahan tata ruang, seperti di hulu yang terjadi penggundulan hutan sehingga mempengaruhi ketersediaan air tanah.</p><p><br></p><p>"Menurut BMKG. Iklimnya memang begitu, tetapi masih oke. Belum perlu hujan buatan," pungkasnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 15 Juli 2018 - 21:51 WIB

Polisi tangkap karyawan salon edarkan sabu-sabu

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:26 WIB

Presiden: Pasar Gede Klaten perlu direnovasi total

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:14 WIB

Aplikasi Haji Pintar sajikan sejumlah layanan

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 20:51 WIB

Polrestabes siap amankan keberangkatan calon haji Embarkasi Surabaya

Aktual Sepakbola | 15 Juli 2018 - 20:37 WIB

Persib rekrut Patrich Wanggai untuk perkuat lini depan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com