Jumat, 20 Juli 2018 | 13:55 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

BNN: Obat PCC dikonsumsi warga Kendari dosisnya berbeda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Bagus Hari Cahyono mengatakan obat PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) yang dikonsumsi puluhan warga Kendari sehingga mereka dilarikan di UGD dosisnya berbeda dari yang umumnya.</p><p>"Ini kemasannya saja yang PCC, tapi obatnya bukan sehingga efeknya seperti yang terjadi pada puluhan warga yang dilarikan ke rumah sakit tersebut," kata Bagus Hari di Kendari, Rabu (14/9).&nbsp;</p><p>Dikatakan, pihaknya bersama kepolisian sudah menduga obat Tramadol dan Somadril menjadi penyebab beberapa warga yang dilarikan ke UGD selama dua hari ini.</p><p>"Hanya saja efek yang ditimbulkan itu masih menjadi pertanyaan, mengonsumsi tiga sampai lima butir obat ini efeknya korban kehilangan kesadaran hingga berhari-hari," katanya.&nbsp;</p><p>Tetapi, kata dia, yang terjadi pada korban yang sedang ditangani saat ini berbeda, bahkan ada yang menceburkan diri ke laut hingga meninggal.&nbsp;</p><p>Ia mengatakan obat Somadril dan Tramadol masuk dalam daftar G, yang artinya obat itu masuk dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dari dokter.</p><p>"Bila obat ini dikonsumsi dengan dosis tinggi atau dosis yang tidak sesuai anjuran dokter maka bisa berakibat fatal bagi penggunanya sehingga harus diawasi peredarannya," katanya.&nbsp;</p><p>Puluhan warga selama dua hari terakhir dilarikan ke UGD beberapa rumah sakit di Kendari dan yang terbanyak di RSJ Kendari karena mengalami gangguan kejiwaan diduga habis mengonsumsi obat PCC yang dioplos dengan Somadril dan Tramadol.</p><p>Data terakhir pihak BNN Sultra korban yang dilarikan ke rumah sakit tersebut berjumlah 64 orang, dua di antaranya meninggal dunia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 20 Juli 2018 - 13:44 WIB

Kantor Bupati Labuhanbatu kembali digeledah KPK

Musibah | 20 Juli 2018 - 13:34 WIB

Satu jenazah korban kapal terbalik Jember ditemukan

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 13:10 WIB

Jaksa Agung: Kejahatan lintas negara makin masif

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Juli 2018 - 12:58 WIB

Politisi senior PDIP sebut kriteria `pas` cawapres Jokowi

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 12:49 WIB

Presiden tekankan perlunya percepat penggunaan biodiesel

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com