Senin, 16 Juli 2018 | 05:43 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Kemarau picu perubahan warna air saluran Bekasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jawa Barat, memastikan fenomena alam perubahan warna air saluran menjadi hitam pekat di wilayah setempat merupakan dampak dari musim kemarau.</p><p>"Salah satunya tengah berlangsung di saluran sekunder Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Saya sudah pantau airnya berubah menjadi hitam pekat sejak Senin (11/9)," kata Kepala LH Kota Bekasi Jumhana Luthfi di Bekasi, Kamis (14/9).</p><p>Menurut dia, fenomena perubahan warna air di lokasi itu karenakan paparan panas terik matahari yang membuat volume air terus menyusut sehingga lumpur di bagian dasarnya muncul ke permukaan aliran air.</p><p>"Lumpur ini berwarna hitam pekat karena jarang ada normalisasi. Semakin kering airnya maka semakin nampak lumpurnya," katanya.</p><p>Luthfi memastikan kondisi itu bukanlah imbas dari pencemaran limbah pabrik yang selama ini kerap terjadi di aliran Kali Bekasi.</p><p>Pihaknya memastikan hal itu menyusul laporan petugas terkait yang sudah memantau langsung kondisi saluran sekunder itu.</p><p>Pihaknya juga berencana menghubungi Perum Otoritas Jasa Tirta II selaku pihak yang berwenang menangani pemeliharaan sungai untuk segera dilakukan normalisasi.</p><p>"Normalisasi ini penting sebab ada kecenderungan berpotensi merusak sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot," katanya.</p><p>Sebelumnya, sejumlah warga di bantaran Saluran Sekunder Jalan Raya Kemakmuran, Bekasi Selatan, resah dengan peristiwa perubahan warna air itu.</p><p>"Biasanya warna air berwarna hijau atau cokelat, tapi sudah beberapa hari ini warnanya hitam pekat dan bau busuk," kata Abdullah (32) warga setempat.</p><p>Saluran selebar 15 meter itu mengeluarkan bau busuk yang berasal dari sejumlah ikan yang mati dan mabok akibat kondisi air.</p><p>Sebagian warga ada pula yang memanfaatkan kondisi itu untuk menangkap ikan menggunakan jaring dan pancing.</p><p>"Ikannya jadi gampang ditangkap karena airnya surut," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 15 Juli 2018 - 21:51 WIB

Polisi tangkap karyawan salon edarkan sabu-sabu

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:26 WIB

Presiden: Pasar Gede Klaten perlu direnovasi total

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:14 WIB

Aplikasi Haji Pintar sajikan sejumlah layanan

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 20:51 WIB

Polrestabes siap amankan keberangkatan calon haji Embarkasi Surabaya

Aktual Sepakbola | 15 Juli 2018 - 20:37 WIB

Persib rekrut Patrich Wanggai untuk perkuat lini depan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com