Selasa, 21 November 2017

Kapolres minta angkutan umum waspadai pencurian

Jumat, 15 September 2017 10:25

Ayo berbagi!

Kepala Kepolisian Resor Mataram AKBP Muhammad meminta sopir angkutan umum yang membuka trayek di wilayah setempat untuk mewaspadai pencurian.

"Kita dari pihak kepolisian mengimbau khususnya kepada para sopir angkutan umum untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap aksi para pelaku pencurian," kata Muhammad di Mataram, Jumat (15/9).

Hal itu diungkapkannya setelah melihat kasus perampasan kendaraan angkutan umum milik Wardi. Aksi kejahatan itu terjadi pada Jumat (1/9) di wilayah Tembelok, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

"Memang kita tidak tahu penumpang itu pelaku atau bukan, tapi paling tidak kita harus tetap waspada," ujarnya.

Pelaku yang merampas kendaraan adalah MA (43), pria asal Kabupaten Lombok Tengah. Pelaku menyamar sebagai penumpang di angkutan umum milik korban.

Pelalu menawarkan ongkos Rp250 ribu untuk diantar ke sejumlah lokasi yang diinginkannya.

Karena jenis angkutan umum ini sedang sepi penumpang akibat munculnya angkutan berbasis jaringan (online), ongkos yang ditawarkan pelaku pun masih terbilang menguntungkan.

Namun korban yang tidak paham dengan modus pelaku akhirnya terperangkap. Kendaraan angkutan umumnya dirampas setelah sebelumnya korban dianiaya di tempat sepi.

Karena kejadian itu, keesokan harinya korban datang melapor ke Polres Mataram. Korban melapor bahwa kendaraan angkutan umumnya telah dibawa kabur oleh pelaku bersama dengan surat kelengkapannya.

Polisi pada Rabu (13/9) berhasil melacak keberadaan pelaku yang diduga akan melancarkan modus kejahatan yang sama di wilayah Ampenan.

Saat itu, polisi melihat pelaku sedang berada di dalam sebuah angkutan umum dan duduk di samping sopir.

"Saat anggota kami hendak menghentikan kendaraannya, pelaku langsung turun dan melarikan diri. Jadi terpaksa yang bersangkutan kita lumpuhkan dengan timah panas," ucap mantan Kapolres Lombok Timur ini.

Meskipun telah tertangkap, Kapolres Mataram menyayangkan upaya korban yang datang melapor sehari setelah kejadian.

"Kalau ada kejadian seperti ini, usahakan segera menghubungi pihak kepolisian agar pelakunya langsung dikejar," katanya.

Muhammad yang khawatir modus ini akan terulang kembali sehingga dia berencana untuk menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha angkutan umum yang ada di Kota Mataram, termasuk pelaku usaha angkutan umum via online.

"Kita akan sosialisasikan permasalahan-permasalahan yang mungkin saja terjadi di lapangan. Akan kita berikan nomor darurat kepolisian, bila perlu kita buat dengan stiker dan tempel di kendaraannya," ujar Muhammad. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar