Selasa, 21 November 2017

KPK: Bupati Batubara atur proyek infrastruktur Pemkab Batubara

Jumat, 15 September 2017 11:14

Ayo berbagi!

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen dan dua kontraktor, Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang bersama dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batubara Helman Hendardi diduga telah mengatur proyek infrastruktur yang telah menerapkan sistem e-procurement di lingkungan Pemkab Batubara.

"Sementara dari hasil pemeriksaan, perusahaannya tidak murni milik kontraktor MAS (Maringan Situmorang). Tidak murni punya dia, ada yang sewa, jadi pinjam nama. Ada beberapa perusahaan diatur sedemikian rupa sehingga pemenangannya tetap saja menjadi MAS," jelasnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com Doody Handoko, Jumat (15/9).

Modus operandi "pinjam nama perusahaan" tidak hanya terjadi di Kabupaten Batubara saja meski telah menggunakan sistem e-procurement untuk mencegah korupsi.

"Kenapa sudah e-procurement masih terjadi suap? Ya karena, secanggih apapun alat itu tapi yang mengendalikan manusia juga,"ucapnya.

OK Arya diduga menerima suap sebesar Rp 4,4 miliar dari dua kontraktor, Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang terkait proyek pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang dimenangkan oleh PT Gunung Mega Jaya dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp12 miliar yang dimenangkan PT Tombang serta proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar