Senin, 20 November 2017

Kekeringan landa sejumlah desa di Banyuwangi

Jumat, 15 September 2017 14:11

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Memasuki musim kemarau, sebanyak 26 desa dan kelurahan yang ada di sembilan kecamatan di Banyuwangi berpotensi terdampak kekeringan. Berdasarkan data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, ke sembilan kecamatan yang terdampak tersebut adalah Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Muncar, Tegaldlimo, Purwoharjo, Bangorejo, Pesanggaran, Tegalsari dan Kecamatan Gambiran.

Kepada Kontributor Elshinta, Suhaili, Jumat (15/9), Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, memasuki musim kemarau seperti saat ini, pihaknya melakukan pemetaan kawasan yang di nilai rawan kekurangan air bersih. Dan pemetaan ini, berdasarkan dari kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Eka, dari pemetaan inilah, sebelumnya di tahun 2015 tercatat ada 36 desa di 9 kecamatan yang terdampak kekeringan. Dan setelah pemerintah daerah membangun berbagai sarana prasarana di wilayah tersebut, salah satunya mesin bor air bersih, maka wilayah daerah terdampakpun berkurang menjadi 26 desa di tahun 2017 ini.

Dirinya mencontohkan, seperti yang terjadi di tujuh dusun di lima desa di Kecamatan Wongsorejo yang mengalami kekurangan air bersih, akibat sumur bor di wilayah setempat mengalami kerusakan.

Yakni, di Dusun Pancoran Desa Sidowangi yang terdapat 44 kepala keluarga dengan 140 jiwa penduduk. Dusun Krajan 1 atau biasa di sebut Jatian Desa Bangsring yang di dalamnya terdapat 60 kepala keluarga dengan 164 jiwa. Dan Dusun Alas Malang Desa Alasrejo terdapat 40 kepala keluarga dengan 140 jiwa penduduk.

Sementara yang terbanyak di Desa Wongsorejo, kekurangan air bersih melanda dua dusun yaitu Dusun Karangrejo Utara yang terdapat 508 kepala keluarga dengan 2.540 jiwa serta Dusun Karangrejo Selatan terdapat 277 kepala keluarga dengan 1.200 jiwa penduduk. Juga di 2 dusun di Desa Alas Buluh yakni Dusun Karangbaru RW 1 yang di wilayahnya ada 260 kepala keluarga dengan 700 jiwa dan Dusun Karangbaru RW 2 yang terdapat 300 kepala keluarga dengan 1.500 jiwa penduduk.

“Selain karena mesin pompa air rusak, kekurangan air bersih ini juga di akibatkan debit sumber mata air yang terus menurun karena musim kemarau,” ujar Eka.

Sementara pasokan air di Dusun Pancoran Desa Sidowangi selama ini di dapat dari aliran sumber air di kawasan Desa Watukebo.

Eka menambahkan, pada musim kemarau seperti saat ini, ada dua peristiwa yang menjadi prioritas pihaknya sesuai dengan potensi ancamannya, yakni kekeringan serta kebakaran lahan dan hutan.

Berdasarkan pantauan BPBD, terhitung sejak Agustus hingga September 2017, di sejumlah wilayah di Banyuwangi sudah terjadi beberapa titik api yang menunjukkan adanya kebakaran lahan dan hutan akibat musim kemarau, utamanya di wilayah Banyuwangi utara.

Yang terbaru adalah kebakaran hutan di petak 80-A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bangsring dan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Watudodol Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Penulis: Andi Juandi.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar