Selasa, 17 Juli 2018 | 18:23 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Ketua MPR katakan jadi pejabat untuk layani masyarakat

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko.
Foto: Dody Handoko.
<p>Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan, menjadi kepala daerah ataupun anggota dewan untuk melayani masyarakat, bukan  memperkaya diri sendiri atau golongan.</p><p>"<i>Innalillahi wa Innailaihi roji'un,</i> jadi pejabat, DPR, jadi bupati itu bukan jalan mencari kaya, bukan jalan mencari proyek, bukan jalan untuk mencari harta. Sesuai dengan sumpah menjadi bupati  taat pada konstitusi, taat pada peraturan, artinya tugasnya cuma satu melayani rakyat dan melayani negara sesuai dengan UU ," ujarnya di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).</p><p>Dikatakannya, jika  pejabat tidak memperbaiki niatnya untuk memperkaya diri  sendiri, dikhawatirkan kepala daerah bisa habis jumlahnya karena ditangkap KPK.</p><p>"Akan habis itu lama-lama bisa habis itu kepala daerah, bisa habis itu Walikota dan DPR . Kita harus meluruskan cita-cita dan tujuan kita menjadi DPR atau menjadi pejabat," katanya. (Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 17 Juli 2018 - 18:18 WIB

Hari terakhir, parpol rame-rame daftarkan bacaleg ke KPU

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:56 WIB

Anak sapi berkepala dua sempat diberi susu bubuk

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:45 WIB

Wapres JK: Pemerintah optimistis divestasi Freeport lancar

Politik | 17 Juli 2018 - 17:37 WIB

Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada rakyat Sumut

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:23 WIB

Calon jamaah Haji embarkasi Palembang mulai masuk asrama Haji

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:17 WIB

Visa 280 kloter jamaah sudah selesai

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com