Senin, 16 Juli 2018 | 05:41 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Gubernur Pastika ajak warga tidak panik hadapi status Gunung Agung

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika
<p>Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak masyarakat setempat agar tidak panik menyikapi status aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang meningkat dari level I (Normal) menjadi level II (Waspada).</p><p>"Mudah-mudahan tidak meningkat lagi, kita semua berdoa supaya tidak meningkat lagi karena merupakan gunung tertinggi di Bali," katanya di Denpasar, Jumat (15/9).</p><p>Meskipun erupsi gunung merupakan hal yang alamiah bisa terjadi, apalagi Bali masuk dalam Ring of Fire (Cincin Api), dia sangat berharap jangan sampai daerahnya sekarang terkena giliran terjadi gunung meletus.</p><p>"Kita semua berdoa, karena gunung-gunung sekitar kita sudah meletus, mulai dari Sinabung, Raung yang terakhir, Merapi, di Lombok juga kena. Kita kan kelewatan nih selama ini. Kalau boleh, kita jangan sampai sekarang kena gilirannya," ucapnya.</p><p>Mantan Kapolda Bali itu pun mengaku sudah pernah merasakan betapa dahsyatnya dampak Gunung Agung yang pernah meletus pada 1963, ketika dirinya baru tamat dari Sekolah Dasar.&nbsp;</p><p>Pemerintah daerah beserta pihak-pihak terkait, ujar Pastika, juga sudah mempunyai rencana kontijensi terhadap kemungkinan jika sampai terjadi erupsi.</p><p>"TNI, Polri dan semua lembaga kesatuan yang bisa segera bergerak sudah disiapkan," kata Pastika.</p><p>Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan dalam level waspada ini, pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak mendekati kawah karena berbahaya jika sampai menghirup gas yang dihasilkan kawah gunung.</p><p>"Dalam level waspada, sewaktu-waktu bisa naik sehingga berbahaya bagi yang mendekati kawah. Radius 2,5 kilometer dari kawah tidak bisa dimasuki saat sekarang ini," ucapnya.</p><p>Dewa Indra mengingatkan bahwa semua gunung berapi berpotensi mengalami erupsi. Namun, tidak ada erupsi gunung berapi yang tiba-tiba dan itu melalui proses yang bisa diamati, beda halnya dengan gempa.</p><p>"Kami bersama instansi terkait juga sudah menyiapkan kalau kemungkinan terjadinya kenaikan level menjadi siaga," ujarnya.</p><p>Di samping itu, pihaknya sudah menghubungi Dinas Kesehatan, PMI, dan BPBD Kabupaten/Kota untuk menyiapkan masker. Hal ini untuk mengantisipasi jika nanti aktivitas Gunung Agung meningkat sampai mengeluarkan debu atau abu. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 15 Juli 2018 - 21:51 WIB

Polisi tangkap karyawan salon edarkan sabu-sabu

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:26 WIB

Presiden: Pasar Gede Klaten perlu direnovasi total

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:14 WIB

Aplikasi Haji Pintar sajikan sejumlah layanan

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 20:51 WIB

Polrestabes siap amankan keberangkatan calon haji Embarkasi Surabaya

Aktual Sepakbola | 15 Juli 2018 - 20:37 WIB

Persib rekrut Patrich Wanggai untuk perkuat lini depan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com