Selasa, 26 Juni 2018 | 02:34 WIB

Daftar | Login

/

Tak memenuhi ujaran kebencian, aduan PDIP Sukoharjo disandingkan UU ITE

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.
Foto: Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.
<p>Polisi menyatakan laporan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sukoharjo, Jawa Tengah terhadap akun facebook Bambang Wahyudi tidak memenuhi unsur ujaran kebencian. </p><p>Namun, besar kemungkinan justru termasuk pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi  Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008, sebagaimana dirubah dalam UU ITE nomor 19 tahun 2016. Yakni terkait pencemaran nama baik. Ancaman hukuman cukup berat yakni empat tahun penjara dan denda sebesar Rp750 juta.</p><p>Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantien Baba menyampaikan, gelar perkara aduan kader PDIP sudah dilakukan dan hasilnya belum memenuhi unsur ujaran kebencian. Laporan tetap ditindaklanjuti dengan melakukan pendalaman kasus, untuk disandingkan dengan pencemaran nama baik. Pihaknya akan memanggil ahli transaksi elektronik guna memeriksa unsur unsure pelanggarannya.</p><p> “Jadi tidak kami abaikan, tetap kami tindak lanjuti,” kata Rifeld, Jumat (15/9), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.</i></p><p>Lanjut Rifeld, polisi masih mempelajari unggahan akun facebook terlapor. Lebih focus pada tulisan pengkaderan koruptor. Dimana koruptor adalah orang yang telah terbukti bersalah merugikan Negara. “Unsur pencemaran nama baiknya ada pada kata kata itu,” tambah dia.</p><p>Rifeld menegaskan, polisi menjadwalkan klarifikasi empat saksi dari pihak pelapor. Sedangkan pemeriksaan pada pihak terlapor masih sebatas memeriksa profil akun facebook. Pemaggilan  akan dilakukan setelah memastikan identitas pemilik akun jelas. Polisi mengupayakan penindakan kasus inid dilakukan dengan hati hati dan cermat.</p><p>Sebelumnya, sejumlah pengurus DPC PDIP Sukoharjo merasa gerah dengan unggahan akun facebook Bambang Wahyudi terkait rekrutmen pendaping pengelolaan dana desa. Edaran partai melalui media sosial itu dibagikan ke grup facebook Sukoharjo Makmur. </p><p>Kemudian oleh akun tersebut dikomentari dengan tulisan yang pada intinya menuduh pengkaderan koruptor, hanya ditujukan untuk kalangan internal partai dan pengangguran saja. </p><p>Atas unggahan tersebut, PDIP Sukoharjo memutuskan mengadukan pemilik akun Bambang Wahyudi ke Polres Sukoharjo. </p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com