Selasa, 17 Juli 2018 | 18:17 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Sepasang kekasih muda di Pakistan tewas 'disetrum keluarga sendiri'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Pakistan" src="http://c.files.bbci.co.uk/064B/production/_97811610_c1c2a8f8-48c2-405b-ad58-f7c0604c68c9.jpg" height="549" width="976" /> <footer>AFP</footer> <figcaption>Pegiat HAM menyebut tradisi membunuh saudara atas nama kehormatan keluarga terus meningkat di Pakistan.</figcaption> </figure><p>Sepasang remaja di Pakistan diduga dibunuh dengan sengatan listrik demi untuk menyelamatkan kehormatan keluarga. </p><p>Kepolisian menemukan bekas sengatan itu saat mengautopsi dua jenazah tersebut.</p><p>Sebulan setelah jenazah remaja perempuan bernama Bakht Jan (15 tahun) dan kekasihnya Rehman (17) dikuburkan, kepolisian memutuskan menggali makam mereka.</p><p>Polisi bersama hakim dan sejumlah dokter datang ke pemakaman itu untuk menyaksikan proses awal autopsi. Hasil uji post-mortem dikabarkan akan segera diumumkan.</p><p>Pejabat kepolisian menyebut pasangan kekasih itu awalnya berencana kabur dari kediaman mereka, tapi gagal. Tetua adat lantas memerintahkan pembunuhan atas pasangan muda itu.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40590731">Cerita kaum ateis yang terancam di Pakistan</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40396418">'Neraka' truk tanki Pakistan lebih dari 120 orang tewas</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40345479">Polisi India tahan pemuda Muslim karena rayakan tim kriket Pakistan</a></li> </ul><p>Wartawan BBC di Islamabad, Ilyas Khan menyebut pembunuhan atas nama kehormatan keluarga jarang dilakukan dengan setruman listrik. Kejadian serupa sebelumnya terjadi tahun 2010 di ibu kota India, New Delhi.</p><p>Empat orang, termasuk dua ayah dari pasangan yang meninggal itu, ditangkap kepolisian. Aparat kini tengah memburu keberadaan tetua adat yang diduga kuat turut bertanggung jawab atas pembunuhan ini.</p><p>Kepala kepolisian setempat, Rao Anwaar, menyebut lembaganya mengetahui kasus pembunuhan ini dari pelapor. Ia berkata, dua jenazah pasangan muda yang dikuburkan di pemakaman Mauladad, Sherpao Colony, itu memiliki bekas sengatan listrik di bagian lengan, dada, dan kaki.</p><p>&quot;Ada bekas sengatan listrik dan penganiayaan yang terlihat jelas di dua jenazah itu,&quot; kata dokter bedah di rumah sakit umum Karachi, Qarar Ahmed Abbasi, seperti dilansir harian Dawn.</p><p>Kelompok pegiat HAM mencatat pembunuhan atas nama kehormatan terus meningkat di Pakistan. Mayoritas korban fenomena itu adalah perempuan yang tidak dapat menikah dengan laki-laki pilihannya tanpa persetujuan keluarga.</p><p>Suku Pashtun Safi di barat daya kawasan Mohmand merupakan kelompok yang menerapkan tradisi itu.</p><p>Zia Ur Rehman, reporter harian The News yang menulis kematian terbaru akibat keputusan adat itu, berkata kepada BBC bahwa keluarga pasangan Jan dan Rehman telah membuat penyesuaian atas tradisi tersebut.</p><p>&quot;Penyesuaian itu mengatur, pasangan muda tersebut akan dinikahkan namun pihak laki-laki wajib mempersembahkan tangan dari dua anggota keluarga perempuan mereka kepada dua laki-laki di pihak perempuan sebagai penghormatan,</p><p>&quot;Namun satu tetua adat yang sempat menyetujui penyesuaian tradisi itu justru menolak kesepakatan tersebut dan memerintahkan pembunuhan terhadap pasangan muda tersebut sebagai pelajaran bagi yang lain,&quot; kata Zia.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40247427">'Penista agama di Facebook' dihukum mati oleh pengadilan di Pakistan</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40024568">Kisah transgender Pakistan, dipukuli hingga meninggal di Arab Saudi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39597696">Mahasiswa Pakistan disiksa hingga tewas karena 'menista' agama</a></li> </ul><p>Polisi bernama Aman Marwat berkata kepada BBC, sejumlah sanak saudara pasangan itu ditangkap. Mereka menyebut &quot;dua korban itu dibius dan diikat ke guguk, lalu disengat listrik.&quot;</p><p>Marwat menuturkan, Bakht Jan kabur dari kediamannya, 14 Agustus lalu. Tapi beberapa jam kemudian keluarga menemukannya tak jauh dari rumah saat sedang menunggu Rehman.</p><p>&quot;Perempuan muda itu dibunuh 15 Agustus dan kekasihnya dibunuh sehari setelahnya,&quot; kata Marwat.</p><p>Hingga berita ini diturunkan, para anggota adat belum dapat dihubungi. Kebanyakan dari mereka bersembunyi usai kejadian ini, sementara tak satupun anggota keluarga Bakht Jan mau angkat bicara.</p><p>Menurut catatan Komisi HAM Pakistan, setidaknya 1.100 perempuan dibunuh di negara itu pada 2015 oleh saudara mereka sendiri atas alasan memalukan keluarga.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:56 WIB

Anak sapi berkepala dua sempat diberi susu bubuk

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:45 WIB

Wapres JK: Pemerintah optimistis divestasi Freeport lancar

Politik | 17 Juli 2018 - 17:37 WIB

Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada rakyat Sumut

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:23 WIB

Calon jamaah Haji embarkasi Palembang mulai masuk asrama Haji

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:17 WIB

Visa 280 kloter jamaah sudah selesai

Politik | 17 Juli 2018 - 17:07 WIB

Ketum RMI berharap Cak Imin jadi cawapres Jokowi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com