Selasa, 21 November 2017

Kapolda Jateng ajak mahasiswa UMK rawat NKRI

Jumat, 15 September 2017 20:28

Foto: Kontributor Elshinta, Sutini. Foto: Kontributor Elshinta, Sutini.
Ayo berbagi!

Ribuan mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti kuliah umum yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, di Auditorium UMK, Jumat (15/9).

Acara tersebut dihadiri Wadir Binmas Polda Jateng AKBP Bambang Murdoko, rektor UMK DR. Suparnyo, Sekda Kudus Noor Yasin, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dan Kapolres jajaran eks. Polwil Pati, hadir pula Dandim 0722 Kudus.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru tersebut, kapolda Jateng menyampaikan tentang cara menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. Dengan tema yang diusung “Merajut Kebhinekaan Dalam Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”.

Para mahasiswa diminta ikut menjaga keutuhan dan keamanan negara. Antara lain dengan tidak mudah disulut isu (diprovokasi) yang bersifat destruktif, selalu menumbuhkan rasa nasionalisme untuk mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai serta menciptakan toleransi beragama dan antarsuku bangsa.

Menurutnya, di Indonesia terdapat 1.340 suku yang masing-masing suku memiliki ciri khas bahasa dan tradisi yang berbeda. Kondisi ini menjadi potensi konflik sehingga harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan perpecahan.

"Potensi konflik dinegeri ini sangatlah besar, makanya kita netralisasi dengan menyatukan persamaan. Sehingga konflik bisa dihindari," tutur orang nomor satu di jajaran Polda Jateng, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Supaya keanekaragaman bangsa tetap terjaga, ia menjelaskan ada empat pilar yang dibutuhkan yaitu, Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. sehingga ia berpesan kepada para mahasiswa tetap semangat membangun Bangsa agar dapat menjadi generasi yang berkualitas dan bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak terlibat dalam aksi pergerakan agama yang dicampuradukan dengan kepentingan-kepentingan politik, tidak menjadi pelaku kejahatan, tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dan radikalisme.

Apalagi di era globalisasi saat ini, keberadaan sosial media (sosmed) begitu penting. Namun dibalik itu semua terdapat ancaman bahaya yang dapat menimbulkan konflik SARA. Untuk itu, sebagai mahasiswa harus pintar dalam menggunakan medsos.

"Kita harus bisa memilah-milah ketika mendapatkan informasi atau berita yang belum tentu kebenarannya, sebaiknya kita jangan sampai. Ikut menyebarkan yang kemudian menjadi berita hoax yang ujung-ujungnya berdampak intoleransi," pesan Kapolda.

"Dirinya mendorong kepada generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi, agar negara ini, menjadi negara yang mempunyai pengaruh bagi negara-negara lain." tutupnya.

Sementara itu, Rektor UMK, Dr. Suparnyo, dalam sambutannya mengutarakan, mahasiswa sebagai generasi penerus, merupakan aset penting bagi bangsa, yang akan meneruskan masa depan bangsa dan cita-cita kemerdekaan.

"Demian penting posisi mahasiswa, maka harus dipersiapkan sebaik mungkin. Belajar yang giat, jangan terjebak pada penyalahgunaan narkoba, gerakan radikal, dan hal lainnya yang bisa berpotensi menghancurkan keutuhan bangsa," katanya.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar