Jumat, 22 September 2017

Ledakan kereta di London, polisi anggap kasus terorisme, 22 terluka

Jumat, 15 September 2017 19:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Ledakan di gerbong kereta bawah tanah di London, menyebabkan setidaknya 22 orang mengalami luka-luka dan insiden ini diperlakukan sebagai tindakan terorisme, kata kepolisian Inggris.

Ledakan terjadi pada pukul 08:20 pagi waktu setempat di stasiun Parsons Green di Fulham.

Sebuah foto memperlihatkan sebuah ember putih terbakar di dalam tas, tetapi tampaknya tidak mengakibatkan kerusakan parah dalam gerbong kereta bawah tanah.

tube
Chris J Ratcliffe/Getty
Seorang penumpang yang mengalami luka-luka pada wajahnya setelah ledakan di kereta bawah tanah kota London.
Lokasi ledakan
BBC

Polisi kota London mengatakan terlalu dini untuk mengkonfirmasi penyebab ledakan, tetapi stasiun kereta bawah tanah itu telah ditutup.

Wartawan keamanan BBC Frank Gardner mengatakan terlalu awal untuk mengatakan siapa pelaku peledakan tersebut.

tube
DANIEL LEAL-OLIVAS/AFP
Tim penolong dan aparat kepolisian telah dikirim ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan secepatnya.

Sejumlah saksi mata mengaku melihat setidaknya satu orang penumpang yang terluka pada wajahnya.

Sementara, beberapa orang menyaksikan sejumlah penumpang terlihat "panik" saat penumpang yang ketakutan meninggalkan kereta di stasiun Parsons Green.

Tim penolong telah dikirim ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan secepatnya.

tube
Reuters
Beberapa penumpang semula terlihat panik dan kemudian mulai kontak keluarga atau koleganya.

Presenter BBC London, Riz Lateef, yang berada di stasiun Parsons Green dalam perjalanan menuju tempat kerja, mengatakan, "Ada kepanikan saat orang-orang teburu-buru meninggalkan kereta api, dan sebagian mendengar seperti ada ledakan."

"Beberapa orang terlihat terluka, dan tergeletak di rerumputan, karena mencoba melarikan diri dari tempat kejadian. Banyak sekali orang panik."

tube
Reuters
Aparat keamanan dan medis diterjunkan ke lokasi kejadian.

Sementara presenter BBC News, Sophie Raworth, mengatakan dia melihat seorang perempuan yang dilarikan dengan tandu dengan luka bakar pada wajah dan kakinya.

Alex Littlefield, 24, seorang pekerja, mengatakan, "Saya sedang berjalan ke stasiun Parsons Green dan saya melihat orang-orang berusaha lari secepatnya, dan mereka tampaknya kesal.

"Saya melihat petugas kepolisian, pemadam kebakaran ... orang-orang berkerumunan dan petugas kepolisian bersenjata."

tube
Reuters
Tidak lama setelah ledakan, aparat keamanan dan medis telah tiba di stasiun kereta bawah tanah Parsons Green.

Seorang konsultan teknologi media, Richard Aylmer-Hall, yang sedang duduk di kereta bawah tanah District Line mengatakan dia melihat beberapa orang terluka, akibat terinjak-injak saat mencoba melarikan diri.

Pria berusia 53 tahun itu mengatakan "tiba-tiba ada kepanikan, banyak orang berteriak, atau bahkan menjerit".

"Ada seorang perempuan di stasiun yang mengatakan dia melihat sebuah tas, lalu sebuah ledakan.

"Saya melihat seorang perempuan menangis, ada banyak teriakan dan teriakan," katanya.

Kepala kepolisian London mengatakan ratusan personel tengah menangani kasus ini dan pengamanan di seluruh sistem transportasi London ditingkatkan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar