Selasa, 21 November 2017

Warga perbatasan Indonesia-Malaysia keluhkan beras bulog

Jumat, 15 September 2017 22:57

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Warga yang tinggal di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengeluhkan kualitas beras rastra dari Bulog yang menurut mereka tidak layak konsumsi.

"Saya didatangi masyarakat atas kualitas beras rastra Bulog yang tidak berkualitas, beras berwarna hitam dan berbau," kata tokoh masyarakat perbatasan, Agus Mulyana ketika menghubungi Antara via telepon, Jumat (15/9).

Dikatakan Agus, rastra yang sampai kemasyarakat di kecamatan tersebut rata - rata berwarna hitam dan kecoklat - coklatan dengan disertai bau yang tidak sedap.

" Sebagian masyarakat melakukan mesin ulang terhadap beras tersebut, sehingga dalam satu karung 15 kilogram hanya menghasilkan setengah karung saja," kata Agus.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu itu berharap agar kualitas beras untuk masyarakat yang tidak mampu benar - benar diperhatikan, karena bagaimana pun juga masyarakat sangat membutuhkan beras tersebut.

" Jangan sampai beras untuk masyarakat yang tidak mampu justru kualitas berasnya tidak terjamin," tegas Agus.

Dirinya berharap pihak Bulog dapat meningkatkan pengawasan dan pengecekan sebelum beras tersebut sampai pada titik distribusi.

Menanggapi persoalan tersebut Kepala Kansilog Putussibau, Halpid Handi Agus mengatakan sampai saat ini pihaknya belum pernah menerima laporan ataupun keluhan dari pelaksana distribusi baik dari desa maupun kecamatan.

" Jikapun ada keluhan atau penolakan dari penerima manfaat rastra terkai kualitas yang kurang baik, mestinya pelaksana distribusi segera menyampaikan kepada kami (Bulog), agar segera dilakukan penggantian terhadap beras tersebut," kata Handi Agus.

Menurut Handi Agus, sebelum mengeluarkan beras dari gudang Bulog, pihaknya selalu melakukan pengawasan dengan cara sortasi atau pemeriksaan.

" Kami selalu melakukan pemeriksaan sebelum beras itu kami keluarkan dari gudang untuk dikirim ketitik distribusi kecamatan dan desa, namun memang kadang masih ada yang luput dari pemeriksaan," kata Handi Agus ketika didampingi Kepala Gudang Bulog Putussibau, Kusmayadi.

Terkait keluhan warga Kecamatan Batang Lupar, Handi Agus dengan tegas siap melakukan penukaran jika memang kualitas beras tidak baik.

Ia menjelaskan rastra untuk Kecamatan Batang Lupar telah disalurkan dari Bulog ke desa - desa pada akhir Agustus 2017.

" Ketika menyalurkan, sampai beberapa hari kemudian tidak ada keluhan dari pelaksana dititik distribusi," ucap Handi Agus.

Ditambahkan Kepala Gudang Bulog Putussibau, Kusmayadi yang meminta agar masyarakat proaktif memberitahukan petugas di titik distribusi, apabila ada ditemukan beras yang dinilai tidak atau kurang layak konsumsi.

Menurut Kusmayadi, sesuai ketentuan yang diatur dalam Pedoman Umum Sunsidi Rastra Tahun 2017, apabila kualitas rastra tidak sesuai, maka pelaksana distribusi harus langsung mengembalikan kepada Bulog selambat - lambatnya 2x24 jam.

" Namun kami (Bulog) fleksibel dalam jangka waktu tersebut, jikapun ada ditemui di lapangan rastra tidak layak konsumsi harap melaporkan kepada kami, dan kami siap mengantikan beras tersebut," tegas Kusmayadi. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar