Senin, 18 Juni 2018 | 14:26 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

YLKI Sumut: Waspadai mie kuning campur formalin

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa
<p>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta kepada masyarakat agar mewaspadai makanan mie kuning yang bercampur dengan formalin, karena sangat berbahaya dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.&nbsp;</p><p>"Masyarakat harus meneliti terlebih dahulu sebelum membeli mie kuning yang banyak dijual di pasar untuk menghindari makanan dicampur formalin tersebut," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik, di Medan, Sabtu (16/9).</p><p>Ciri-ciri mie kuning yang diduga bercampur formalin, menurut dia, adalah mie tampak terpisah satu sama lain, serta daya tahan makanan tersebut selama beberapa hari.</p><p>"Sedangkan, mie non formalin kelihatan lengket satu sama lain dan agak kenyal, dan daya tahan makanan tersebut, hanya selama satu hari," ujar Abubakar.</p><p>Ia menyebutkan, jika ada pedagang yang saat memasarkan dagangannya menyebutkan bahwa mie kuning itu tahan lama, maka perlu dicurigai. "jangan Jangsung dibeli."</p><p>Sebab, mie kuning tersebut kemungkinan mengandung bahan kimiawi formalin yang merusak kesehatan.</p><p>"Konsumen tidak tidak usah lagi meladeni penjual mie kuning tersebut, dan segera tinggalkan saja tempat itu," ucapnya.</p><p>Abubakar menjelaskan, biasanya mie yang telah diberi formalin, aromanya sangat menyengat karena telah dicampur bahan kimiawi.&nbsp;</p><p>Sehubungan dengan itu, konsumen harus benar-benar selektif sebelum membeli maupun memesan mie kuning, agar terhindar dari produk makanan yang berisiko pada kesehatan.</p><p>"Masyarakat yang sering mengonsumsi mie berformalin tersebut, ke depan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, maag kronis, gangguan sistem syaraf dan menderita penyakit kanker," kata ketua YLKI Sumut itu.</p><p>Sebelumnya, petugas gabungan Balai POM Medan bekerjasama dengan Ditkrimsus Polda Sumut dan Dinas Kesehatan Kota Siantar menemukan 1,5 ton mie kuning berformalin diolah sejumlah home industri di daerah tersebut, Kamis (7/9).</p><p>Selain itu, petugas gabungan tersebut juga menyita 10 liter cairan formalin, boraks 5 kg dan alat produksi (alat press, cetak dan pemotong mie) sebanyak enam unit, serta mengamankan tiga orang terduga pelaku, masing-masing berinisial FR, SM dan YD.</p><p>Barang bukti yang disita petugas itu senilai Rp320 juta dari beberapa lokasi, yakni Jalan Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun dan dari Jalan Mangga, Kelurahan Parsaoran Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Pematang Siantar.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 14:25 WIB

Sebabkan kemacetan, jalan tembus jalur Puncak ditutup

Musibah | 18 Juni 2018 - 14:14 WIB

Pelajar asal Bondowoso tenggelam di Pantai Payangan

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 13:59 WIB

Mendagri: Pelantikan Iriawan tidak langgar Undang-Undang

Lingkungan | 18 Juni 2018 - 13:35 WIB

Sampah wisatawan kotori jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Musibah | 18 Juni 2018 - 13:23 WIB

Bocah perempuan tewas terseret arus di lokasi wisata

Event | 18 Juni 2018 - 13:12 WIB

Panama: Kami bukan favorit tapi apa pun bisa terjadi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com