Senin, 16 Juli 2018 | 05:40 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Bantuan Indonesia tiba di Bangladesh, tapi belum sampai ke kamp pengungsi Rohingya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Gelombang bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya berdatangan di Bandara Chittagong, Bangladesh, selama beberapa hari terakhir. Namun, rangkaian bantuan ini belum sampai ke kamp pengungsi Rohingya.</p><p>Sebagaimana dilaporkan Biro Pers Istana, dua pesawat Hercules TNI Angkatan Udara tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, pada Jumat (15/09) sore waktu setempat.</p><p>Kedua pesawat tersebut membawa bantuan kemanusiaan berupa paket sandang, tangkir air, selimut, gula, dan 10 ton beras.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41276634">Mengapa bantuan kemanusiaan ke pengungsi Rohingya begitu lamban?</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/indonesia-41250030">Diangkut empat pesawat Hercules, RI kirim bantuan kemanusiaan untuk Rohingya </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41226417">Bangladesh hadapi tantangan besar tangani Rohingya, bantuan Indonesia sudah sampai </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/indonesia-41268105">Umat Buddha Indonesia penyumbang terbesar pembangunan RS di Rakhine </a></li> </ul><p>Sejak Rabu (13/09), pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat pesawat pengangkut bantuan. Jumlah ini akan bertambah seiring dengan kedatangan dua pesawat pada Sabtu (16/09).</p><p>Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan pesawat kelima dan keenam diberangkatkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada pukul 06.30 WIB dan 08.30 WIB.</p><p>Dalam keterangan sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi mengatakan bantuan-bantuan itu rencananya akan didistribusikan ke Cox's Bazar, tempat lokasi pengungsian, yang jaraknya sekitar 170 kilometer dari Chittagong.</p><p>Akan tetapi, menurut wartawan BBC di Cox's Bazar, Justin Rowlatt, truk bantuan Indonesia yang mengangkut tenda dan unit pemurni air belum muncul di kamp pengungsian Rohingya. Lembaga-lembaga bantuan menyebut bahwa bantuan itu belum juga sampai pada yang membutuhkan.</p><p>Semua badan bantuan kemanusiaan dan lembaga internasional ada di Cox's Bazar. Kepada BBC, para perwakilan lembaga tersebut berkisah bahwa mereka frustrasi dengan kurangnya koordinasi dan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Bangladesh.</p><p>Padahal, berdasarkan data PBB, populasi kamp mencapai 70.000 - 'jauh melampaui titik jenuh.' Jadi, semua pengungsi baru yang sekitar 400.000an orang itu terdampar di luar kamp.</p><p>Mereka amat memerlukan makanan dan obat-obatan. Namun, dengan aturan yang ada, UNHCR tidak memiliki wewenang untuk memberikan pasokan kebutuhan penting ini kepada orang-orang yang membutuhkannya. Wewenang itu ada pada pemerintah Bangladesh.</p><figure> <img alt="Pembagian bantuan" src="http://c.files.bbci.co.uk/2E12/production/_97749711_041569762-1.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Para pengungsi berebut bantuan yang diberikan oleh relawan-relawan di Bangladesh.</figcaption> </figure><h3>Menyalurkan bantuan</h3><p>Tapi, ada pula lembaga kemanusiaan yang bisa langsung memberi bantuan. Salah satunya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mengklaim telah menjangkau sekitar 50.000 pengungsi di Bangladesh.</p><p>Anca Rahadiansyah, pemimpin tim ACT Rohingya di Bangladesh, mengaku telah menyalurkan bantuan di Whaikhyang, salah satu titik pengungsian gelombang baru yang berada dekat perbatasan Myanmar.</p><p>Ketika diwawancara pada Sabtu (16/09) pagi, Anca Rahadiansyah tengah menuju Shamlapur di pesisir selatan Bangladesh yang berjarak sekitar 11 kilometer dari Whaikhyang.</p><p>&quot;Kami menyalurkan bantuan makanan, selimut, dan tenda kepada para pengungsi. Penyaluran itu sudah dikoordinasikan sebelumnya dengan kepala daerah sehingga para pengungsi tidak berebut,&quot; ujarnya. </p><p> Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan negaranya kesulitan menangani krisis ini. </p><p>Sebelum krisis terbaru, Bangladesh telah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar selama puluhan tahun. </p><p>Dengan demikian, total pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh dengan adanya gelombang baru mencapai 700.000 orang.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 15 Juli 2018 - 21:51 WIB

Polisi tangkap karyawan salon edarkan sabu-sabu

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:26 WIB

Presiden: Pasar Gede Klaten perlu direnovasi total

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 21:14 WIB

Aplikasi Haji Pintar sajikan sejumlah layanan

Aktual Dalam Negeri | 15 Juli 2018 - 20:51 WIB

Polrestabes siap amankan keberangkatan calon haji Embarkasi Surabaya

Aktual Sepakbola | 15 Juli 2018 - 20:37 WIB

Persib rekrut Patrich Wanggai untuk perkuat lini depan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com