Jumat, 22 September 2017

Pemprov Jatim anggarkan Rp100 miliar atasi kekeringan

Minggu, 17 September 2017 07:14

Foto: Antara Foto: Antara
Ayo berbagi!

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan anggaran sebesar Rp100 Miliar yang bisa digunakan sebagai dana mengatasi keadaan gawat darurat seperti bencana kekeringan yang terjadi pada sejumlah daerah di provinsi setempat.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, dana tersebut sudah disiapkan untuk mengatasi terjadinya kondisi gawat darurat seperti terjadinya kekeringan pada beberapa wilayah di Jawa Timur ini.

"Setiap tahun kami menyiapkan dana tersebut, dan dana itu tidak sampai habis digunakan untuk permasalahan kondisi gawat darurat yang terjadi di Jawa Timur. Itu artinya, permasalahan gawat darurat di Jawa Timur masih bisa diatasi dengan baik," katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

Ia mengemukakan saat ini pihaknya sudah intensif melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah kabupaten yang mengalami kekeringan di wilayahnya masing-masing untuk menentukan upaya penanganan permasalahan kekeringan.

"Komunikasi dengan pemerintah kabupaten terus kami laksanakan terkait dengan upaya penanganan masalah kekeringan yang terjadi seperti saat ini. Terlebih pak presiden saat ini juga terus meminta laporan terkait dengan penanganan kekeringan ini," katanya.

Ia mengaku di sejumlah wilayah memang sering terjadi musibah kekeringan, terutama untuk wilayah yang ada di daerah pegunungan, karena sumber air sudah tidak mengalir lagi.

"Wilayah tersebut kesulitan air, termasuk diatasi dengan pembuatan sumur bor dan juga pengiriman bantuan air dengan wilayah terdekat supaya masyarakat tidak sampai kekurangan air," katanya.

Sebelumnya, di Pasuruan, Jawa Timur terdapat belasan desa yang mengalami kekeringan sehingga pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan memberikan bantuan berupa pengiriman air bersih dengan menggunakan truk tangki.

Kepala BPBD Pasuruan Bakti Jati P mengatakan pengiriman bantuan air bersih ini dilakukan sebanyak lima sampai enam kali dalam sepekan dengan jumlah posokan satu sampai dengan dua tangki setiap harinya.

"Kami berharap dengan adanya upaya pemberian air bersih ini dapat membantu masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami musibah bencana kekeringan di wilayahnya masing-masing," katanya.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar