Kamis, 23 November 2017

Serangan di kereta bawah tanah London, seorang pria ditahan polisi

Minggu, 17 September 2017 12:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Polisi menahan seorang laki-laki berusia 18 tahun karena dicurigai terkait dengan serangan teror pada Jumat (15/09) lalu di sebuah kereta bawah tanah atau Tube London.

Aparat polisi bersenjata melanjutkan pencarian di sebuah rumah di Sunbury-on-Thames, di Surrey.

Pria yang ditahan di area keberangkatan di pelabuhan Dover pada Sabtu (16/09) dan telah dipindahkan ke sebuah kantor polisi di London.

Penangkapan itu menyebabkan tindakan evakuasi sejumlah penumpang di kawasan Pelabuhan Dover, dalam upaya pencarian para tersangka serangan di kereta bawah tanah London itu polisi juga menemukan sejumlah benda yang diduga milik tersangka.

Deputi Asisten Komisioner Polisi Metropolitan Neil Basu menyebutkan penahanan ini "sangat penting" dan aparat penyelidik "tetap berpikiran terbuka" terhadap segala kemungkinan jumlah orang yang terlibat dalam serangan bawah tanah di London.

Serangan di Stasiun Parsons Green menyebabkan tiga puluh orang terluka. Basu menyebutkan tingkat ancaman teror masih dalam status "kritis", yang berarti potensi serangan masih dapat terjadi dalam waktu dekat.

Peningkatan status ancaman teror memberikan wewenang pada Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk memerintahkan militer mendukung kepolisian, dengan mengerahkan pasukan untuk menjaga sejumlah fasilitas nasional menggantikan tugas polisi. Pasukan militer pertama kali dilibatkan dalam Operasi Temperer, pada 23 juli lalu setelah terjadi serangan di Manchester Arena.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar