Selasa, 21 November 2017

Cegah pil PCC masuk, Sat Narkoba Kudus gelar razia

Minggu, 17 September 2017 15:39

Foto: Sutini Foto: Sutini
Ayo berbagi!

Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus menggelar razia obat ilegal jenis paracetamol caffein carisoprodol (PCC) yang saat ini meresahkan masyarakat. Meskipun tidak menemukan pil PCC, para petugas berhasil mengamankan dua orang pemuda yang kedapatan membawa obat berlogo MF.

Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus dipimpin langsung Kasat Narkoba, AKP Sukadi menggelar razia menindak lanjuti ramainya pemberitaan terkait peredaran pil PCC yang mengakibatkan puluhan korban pelajar di Kendari, Sulawesi Tenggara, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Minggu (17/9).

Puluhan petugas dari Satnarkoba menyasar di empat lokasi, seperti tempat angkringan yang terletak di Wergu Wetan depan Stasiun Wergu, Taman Adipura Jati, cafe dalam, dan angkringan ruko Agus Salim.

Kasat Narkoba, AKP Sukasi mengatakan, meskipun tidak menemukan pil PCC, namun petugas mengamankan obat berlogo MF yang dibawa oleh pemuda yang sedang nongkrong dan sejumlah miras.

"Obat jenis MF yang disita petugas merupakan obat yang tidak boleh beredar sembarangan. Pasien boleh mengkonsumsi hanya yang memiliki resep dokter," paparnya.

Operasi ini sebagai tindak lanjut peristiwa di Kendari, dari operasi di beberapa tempat kami temukan adanya dua orang pemuda yang membawa obat berlogo MF dilokasi. Kami juga amankan sejumlah miras dari salah satu cafe,” katanya.

Selanjutnya kedua pemuda tersebut dibawa ke Mapolres Kudus guna proses penyidikan lebih lanjut. "Kami akan terus sisir wilayah Kudus untuk mencegah peredaran obat-obat terlarang," ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kudus, AKBP Agusman Gurning mengatakan, sejauh ini belum ada temuan atau laporan mengenai beredarnya pil PCC di wilayah Kabupaten Kudus.

“Kita akan terus lakukan patroli, penyuluhan, dan razia di sekolahan maupun tempat nongkrong anak muda yang ada di Kudus, guna mencegah peredaran pil PCC,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, meskipun pil PCC belum masuk dalam kategori narkoba namun peredarannya tidak boleh sembarangan, apalagi sampai dikonsumsi anak-anak sekolah.

Sementara itu, selama tahun 2017 ini terdapat 10 kasus penyalahgunaan obat dan tiga kasus narkoba. Untuk pelaku penyalahgunaan obat dijerat UU Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar