Jumat, 22 Juni 2018 | 06:33 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Hamas siap gelar pemilu pertama sejak 2006

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Hamas" src="http://c.files.bbci.co.uk/163B7/production/_97836019_mediaitem97835988.jpg" height="549" width="976" /> <footer>AFP</footer> <figcaption>Hamas memuji upaya mediasi oleh Mesir.</figcaption> </figure><p>Kelompok militan Palestina Hamas mengatakan mengatakan akan membubarkan komite yang memerintah Gaza dan melakukan pemilu. </p><p>Dalam sebuah pernyataan, Hamas juga menyatakan ingin melakukan pembicaraan dengan saingannya Fatah untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. </p><p>Setelah kekerasan antara dua faksi pada 2007 lalu, Fatah terdorong keluar dari Jaluar Gaza. </p><p>Upaya yang dilakukan kelompok itu untuk membentuk pemerintah yang bersatu di Gaza dan Tepi Barat gagal dilakukan. </p><p>Dalam pernyataannya Hamas mengatakan langkah itu merupakan hasil dari negosiasi Mesir untuk persatuan Palestina, dengan mengatakan ingin menggelar pertemuan &quot;untuk mencapai rekonsiliasi di Palestina dan menghentikan perbedaan&quot;. </p><p>Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina Presiden Mahmoud Abbas di Tepi Barat, belum berkomentar menganai langkah Hamas itu. </p><p>Tetapi laporan di Mesir megatakan bahwaa seorang delegasi Fatah berada di Mesir pada Sabtu (16/09) lalu untuk membahas kemungkinan adanya rekonsiliasi. </p><p>Langkah itu merupakan syarat utama untuk rekonsiliasi yang diminta oleh Abbas. Tetapi Associated Press melaporkan bahwa tidak jelas apakah Hamas siap untuk menempatkan pasukan keamanannya dibawah kekuasaan Abbas - sebuah hal yang melekat di masa lalu. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39834250">Ismail Haniya dipilih sebagai pemimpin baru Hamas</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39776404">Hamas upayakan 'citra lebih lunak' tapi tetap tak akui Israel</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39514576">Dituduh kolaborasi dengan Israel, tiga warga Palestina digantung Hamas </a></li> </ul><p>Hamas secara keseluruhan, atau dalam sejumlah kasus, sayap militernya dituduh sebagai kelompok teroris oleh Israel, AS, Uni Eropa, Inggris serta kekuatan lainnya.</p><p>Pertai itu telah berkuasa di Gaza sejak 2007 lalu, ketika memenangkan pemilu legislatif, mengalahkan Fatah yang merupakan partai berkuasa saat itu.</p><p>Bentrokan mematikan antara Fatah dan Hamas terjadi di gaza pada Juni 2007 lalu, setelah Hamas membentuk pemerintahan yang bersaing dengan pemerintah, meninggalkan Fatah dan otoritas Palestina yang memerintah di sejumlah wilayah di Tepi Barat yang tidak berada dalam kekuasaan Israel. </p><p>Sejak 2007, Israel telah memberlakukan blokade penuh ke Gaza. </p><p>Pada Mei lalu, Hamas mempublikasikan dokumen kebijakan yang baru - yang pertama sejak piagam pendiriannya. </p><p>Dokumen itu untuk pertama kalinya mendeklarasikan kemauan untuk menerima sebuah negara Palestina sementara dalam batas pra-1967, tanpa mengakui Israel. </p><p>Dalam dokumen itu juga disebut perjuangan Hamas dilakukan bukan dengan Yahudi tetapi dengan &quot;pendudukan penyerang Zionis&quot;. Pada 1988, piagam itu dikecam karena anti-Yahudi. </p><p>Naskah itu dipandangs ebagai upaya Hamas untuk memperlunak citranya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com