Jumat, 22 September 2017

Program PJJ tingkatkan jumlah pengangguran

Minggu, 17 September 2017 19:40

Foto: Tita Sopandi Foto: Tita Sopandi
Ayo berbagi!

Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk tingkat SMK yang digulirkan Pemprov Jabar dinilai akan berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran dari lulusan SMK.

Hal tersebut dikatakan Wakil Kepala Kelompok Kerja Kepala Sekolah SMK Purwakarta, Us Us Kusumanagara.

Pendidikan Jarak Jauh bertujuan untuk program wajib belajar 12 tahun dapat tercapai diperuntukan bagi masyarakat yang telah putus sekolah dengan sasaran usia 15-21 tahun.

Agustus lalu Program Pendidikan Jarak Jauh pendaftaranya sudah dibuka namun hingga September ini peminatnya masih kurang, dikarenakan sosialosasinya terhitung mendadak sehingga sekolah sekolah belum melakukan persiapan.

Program yang digulirkan Pemprov Jabar ini, sebetulnya bukan program baru karena memang untuk masyarakat putus sekolah sudah ada yaitu Program Paket C.

Yang membedakan dari dua program pemerintah itu yaitu, batasan usia serta waktu belajarnya, dimana PJJ proses belajarnya 2 hari dalam satu minggu dan ini dilakukan sama seperti sekolah SMK pada umumnya selama tiga tahun serta mengikuti Ujian Nasional.

"PJJ ini akan benbenturan dengan Paket C karena program ini dapat ditempuh satu tahun tanpa membatasi usia dan sama tanpa dipungut biaya juga," kata Us Us seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi.

Menurut Us us Program PJJ bagus, namun ini akan memiliki dampak dan masalah baru, karena setiap tahun lulusan SMK hanya dapat tertampung diperusahaan sekitar 30% saja sementara sisanya masih menunggu lapangan kerja, apalagi ditambah dengan lulusan dari Program Pendidikan Jarak Jauh, tentunya angka pengangguran lulusan SMK akan meningkat.

Pihaknya meski ada penawaran dari provinsi Jabar untuk membuka program PJJ, namun masih banyak yang harus dipertimbangkan karena harus menyesuaikan dengan kurikulum yang dibutuhkan.

"Contohnya, daerah pertanian harus kurikulum pertanian, di perkotaan kurikulumnya otomotif karena banyak bengkel, dikawasan Industri kurikulumnya mesin industri, sehingga dengan seperti itu tidak akan menimbulkan permasalahan dan pengangguran pengangguran baru," ujar Us Us.

Dijelaskan Us us seharusnya Pemprov Jabar segera memikirkan para lulusan SLTA yang tidak tersalurkan dan angka pengangguranya masih tinggi, dan bukan menggulirkan program baru bagi masyarakat yang putus sekolah karena pemerintah sudah mengeluarkan program paket C, dan pemerintah jangan membuat bingung masyarakat yang putus sekolah, untuk mengejar Ijazah, karena selain Paket C, Program PJJ juga ada Sekolah Terbuka.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar