Selasa, 17 Juli 2018 | 18:34 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Kenapa Peserta Wajib Tahu Sistem Rujukan BPJS Kesehatan?

Jumat, 10 Juli 2015 - 04:05 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/kenapa-peserta-wajib-tahu-sistem-rujukan-bpjs-kesehatan
courtesy https://www.cermati.com/artikel/kenapa-peserta-wajib-tahu-sistem-rujukan-bpjs-kesehatan
<p>Beberapa waktu ke depan, penggunaan BPJS Kesehatan akan menjadi hal yang wajib bagi semua masyarakat Indonesia. Artinya, Pemerintah melalui pihak BPJS Kesehatan sedang gencar-gencarnya untuk mengupayakan hal tersebut agar masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah. Apakah saat ini Anda sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan?</p> <p>Menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah sepatutnya Anda memahami semua aturan dan ketentuan yang berlaku dalam layanan tersebut. Hal ini akan membantu Anda untuk bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan.</p> <p>Meskipun pada dasarnya, BPJS Kesehatan masih jauh dari kata sempurna, tetap saja sebagai peserta Anda wajib menerima berbagai ketentuan yang telah diatur. Keluhan dan berbagai masalah tentu bisa diatasi dengan lebih baik lagi jika sejak awal memahami berbagai ketentuan dalam layanan BPJS Kesehatan dengan baik.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan" href="https://www.cermati.com/artikel/syarat-syarat-perubahan-data-bpjs-kesehatan" target="_blank">Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan</a></strong></p> <h2><strong>Bagaimana Sistem BPJS Kesehatan Bekerja?</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/g9xycvyk6bnwnlupivwu" alt="Cara Kerja BPJS Kesehatan"><br></strong>Ilustrasi Mekanisme Sistem BPJS Kesehatan via&#xA0;detakbanten.com</p> <p>Tentu bukan rahasia lagi kalau salah satu hal yang paling sering dikeluhkan peserta mengenai layanan BPJS Kesehatan adalah sistem rujukan berjenjang yang diterapkan di dalamnya. Hal ini terkesan sangat rumit dan sedikit menyulitkan bagi peserta, terutama bagi Anda yang telah terbiasa dengan layanan asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi swasta.</p> <p>Jangan membandingkan sistem BPJS Kesehatan dengan sistem praktis yang terdapat dalam layanan asuransi swasta yang Anda gunakan selama ini. Sebab keduanya akan sangat berbeda jauh. Jika dalam penggunaan asuransi kesehatan swasta (mandiri) bisa berobat sesuka hati di klinik atau rumah sakit pilihan Anda, hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan menggunakan BPJS Kesehatan.</p> <p>BPJS menerapkan sistem rujukan bagi peserta yang ingin mendapatkan layanan kesehatan. Dimulai dari Fasilitas Kesehatan I (Faskes I), seperti Puskesmas, klinik, dan dokter keluarga. Pada dasarnya, hampir semua peserta akan menggunakan Puskesmas sebagai Faskes I mereka. Sebab layanan ini menjadi yang cukup mudah ditemukan.</p> <p>Pemilihan Faskes I juga cukup terbatas dan sering kali menyulitkan. Peserta hanya boleh memilih satu Faskes I saja meskipun BPJS telah memiliki kerja sama dengan banyak Faskes I. Lokasi Faskes I juga kerap menjadi masalah. Sebab bisa saja peserta berada/tinggal di lokasi yang berjarak sangat jauh dari lokasi Faskes I terdekat.</p> <cermati data-banner="kpr-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong>Tahap demi Tahap dalam Sistem Rujukan BPJS Kesehatan</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/hloszxqvhihmclogeqor" alt="Sistem Rujukan BPJS Kesehatan"><br></strong>Alur Sistem Rujukan BPJS Kesehatan via dokter.legawa.com</p> <p>Berbagai masalah yang muncul terkait dengan sistem rujukan di BPJS Kesehatan tentu bukan jadi penghalang dalam <a title="mengakses layanan kesehatan" href="https://www.cermati.com/artikel/selain-bpjs-asuransi-kesehatan-dan-unit-link-bisa-jadi-pilihan-ideal" target="_blank">mengakses layanan kesehatan</a>. Penting bagi Anda untuk memahami aturan tersebut dengan baik sejak awal. Jadi, kalau sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan, dengan mudah, Anda bisa mendapatkannya.</p> <p>Simak beberapa tahapan yang diterapkan dalam sistem rujukan BPJS Kesehatan berikut ini.</p> <h3><strong>Tahap pertama:&#xA0;Pergi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I)</strong></h3> <p>Ini akan menjadi titik awal bagi Anda untuk mengakses layanan kesehatan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, Anda bisa mendatangi Faskes I yang telah Anda pilih sebelumnya, misalnya, Puskesmas, klinik ,atau dokter umum.</p> <p>Pada Faskes 1, Anda akan mendapatkan layanan kesehatan dasar. Artinya, Anda bisa ditangani dengan baik di sana. Anda tidak membutuhkan rujukan dan akan menjalani proses berobat pada faskes I. Namun, kalau ternyata membutuhkan perawatan lanjutan, seperti layanan dokter spesialis dan yang lainnya, Anda akan mendapatkan rujukan dari Faskes I untuk selanjutnya dibawa ke Faskes II.</p> <h3><strong>Tahap kedua:&#xA0;Setelah dapat surat rujukan, pergi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Kedua (Faskes II)</strong></h3> <p>Untuk bisa mengakses layanan di Faskes II, maka Anda akan membutuhkan surat rujukan dari faskes I terlebih dahulu. &#xA0;Di sini, Anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis.</p> <h3><strong>Tahap ketiga:&#xA0;Untuk kasus serius, pergi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKRTL)</strong></h3> <p>Sama halnya dengan Faskes II lainnya, Anda juga membutuhkan surat rujukan dari Faskes I untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan di tingkat ini. FKRTL ini bisa menangani berbagai masalah kesehatan, mengingat layanan ini akan Anda dapatkan di beberapa pusat kesehatan yang terbilang lengkap, seperti klinik utama atau yang setara, rumah sakit umum, dan rumah sakit khusus.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Ingin Pindah Fasilitas Kesehatan di BPJS Kesehatan? Ini Caranya" href="https://www.cermati.com/artikel/ingin-pindah-fasilitas-kesehatan-di-bpjs-kesehatan-ini-caranya" target="_blank">Ingin Pindah Fasilitas Kesehatan di BPJS Kesehatan? Ini Caranya</a></strong></p> <h2><strong>Pengecualian untuk Kondisi Darurat, Dapat Langsung Dibawa ke UGD</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/q1xn2hka0qfkcoorygg8" alt="Unit Gawat Darurat BPJS"><br></strong>Bila berada dalam situasi gawat, segera larikan ke UGD/IGD. Bisa Pakai BPJS Kesehatan</p> <p>Namun, bila sewaktu-waktu mengalami situasi di mana harus dibawa ke UGD, Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis yang memadai, misalnya operasi, Anda bisa langsung mendatangi Faskes II atau rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan.</p> <p>Ini bisa dilakukan tanpa harus mengikuti prosedur rujukan terlebih dahulu. Hal seperti ini dimungkinkan BPJS Kesehatan selama kondisi Anda memang masuk dalam kriteria gawat darurat.</p> <p>Di sana Anda akan mendapatkan pertolongan dengan segera tanpa harus membawa serta surat rujukan dari Faskes I terlebih dahulu. Kondisi seperti ini menjadi pengecualian bagi peserta BPJS Kesehatan meskipun Anda mendatangi sebuah rumah sakit yang tidak memiliki kerja sama dengan BPJS Kesehatan sekalipun.</p> <p>Tapi, apabila Anda sampai ditangani di rumah sakit yang tidak memiliki kerja sama dengan BPJS Kesehatan, setelah mendapatkan pertolongan dan memungkinkan untuk dipindahkan, Anda wajib dipindahkan ke rumah sakit yang memiliki kerja sama dengan BPJS Kesehatan.</p> <p>Untuk kriteria jenis penyakit dan kondisi yang termasuk ke dalam kategori gawat darurat ini, pihak BPJS Kesehatan akan melakukan pemeriksaan tersendiri dan melakukan diagnosis untuk mendapatkan hasil yang valid. Karena itu, pastikan kondisi Anda memang&#xA0;<a title="masuk dalam kriteria gawat darurat" href="https://www.cermati.com/artikel/ini-yang-sangat-penting-diketahui-dari-sistem-rujukan-bpjs-kesehatan" target="_blank">masuk dalam kriteria gawat darurat</a> BPJS supaya tidak kesulitan saat melakukan klaim.</p> <h2><strong>Pahami Sejak Awal agar Lebih Mudah Menggunakan BPJS</strong></h2> <p>Sistem rujukan yang digunakan dalam layanan BPJS Kesehatan menjadi hal yang banyak dikeluhkan. Sebab terbilang rumit dan tidak praktis. Jika menggunakan BPJS Kesehatan, ada baiknya Anda memahami semua aturan yang berlaku sejak awal, termasuk sistem rujukan yang diterapkan. Hal ini akan membantu Anda lebih mudah dan lancar andai sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Cara Bayar BPJS Lewat ATM, Apa Saja Tahapannya?" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-bayar-bpjs-lewat-atm-apa-saja-tahapannya" target="_blank">Cara Bayar BPJS Lewat ATM, Apa Saja Tahapannya?</a></strong></p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/kenapa-peserta-wajib-tahu-sistem-rujukan-bpjs-kesehatan">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 17 Juli 2018 - 18:26 WIB

Seskab: Presiden izinkan Johan Budi ikut pileg Jatim

Pileg 2019 | 17 Juli 2018 - 18:18 WIB

Hari terakhir, parpol rame-rame daftarkan bacaleg ke KPU

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:56 WIB

Anak sapi berkepala dua sempat diberi susu bubuk

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:45 WIB

Wapres JK: Pemerintah optimistis divestasi Freeport lancar

Politik | 17 Juli 2018 - 17:37 WIB

Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada rakyat Sumut

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:23 WIB

Calon jamaah Haji embarkasi Palembang mulai masuk asrama Haji

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com