Jumat, 22 Juni 2018 | 12:46 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Klaim Asuransi Dibuat Susah, BMAI Siap Membantu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/klaim-asuransi-dibuat-susah-bmai-siap-membantu
courtesy https://www.cermati.com/artikel/klaim-asuransi-dibuat-susah-bmai-siap-membantu
<p>Ribut-ribut soal sengketa klaim asuransi kembali ramai jadi berita. Kali ini Allianz sebagai perusahaan asuransi dilaporkan nasabahnya sendiri ke Polisi. Laporan yang diterima polisi dari nasabah Allianz kemudian ditindaklanjuti hingga berujung pada penetapan petinggi Allianz sebagai tersangka. Polisi menyatakan petinggi Allianz telah melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.</p> <p>Sengketa antara Allianz dan nasabahnya bermula saat Irfanius Al Gadri dan Indah Goena Nanda dinyatakan Allianz belum memenuhi syarat klaim asuransi. Padahal, mereka sendiri sudah mengikuti prosedur klaim asuransi sesuai isi polis asuransi. Allianz meminta rekam medis lengkap dari rumah sakit agar dana klaim bisa dicairkan.</p> <p>Nasabah kemudian menuruti permintaan Allianz tersebut. Tapi sayang, rumah sakit menolak memberikan rekam medis. Alasannya, meminta rekam medis lengkap tidak boleh menurut Permenkes No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.</p> <p>Dari situlah kedua nasabah Allianz tersebut didampingi pengacara melaporkan masalahnya ke polisi. Sebab permintaan Allianz tersebut terkesan menghalangi nasabah untuk klaim asuransi. Allianz lewat juru bicaranya berdalih menemukan keanehan selama memeriksa pengajuan klaim. Sebab nasabah beberapa kali mengajukan klaim untuk penyakit yang sama dalam waktu yang berdekatan.</p> <p>Kasus sengketa klaim antara Allianz dan nasabahnya pun masih terus ditangani polisi. Dan kasus ini merupakan kasus perdata yang pertama kali diselesaikan dengan hukum pidana. Sebenarnya, ada solusi alternatif sebelum kasus ini ditangani langsung oleh polisi. Nah, pertanyaannya, kalau bukan polisi, siapakah yang menyelesaikan sengketa perusahaan asuransi dan nasabahnya?</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Ingin Klaim Asuransi Mobil? Berikut Langkah-langkahnya!" href="https://www.cermati.com/artikel/ingin-klaim-asuransi-mobil-berikut-langkah-langkahnya" target="_blank">Ingin Klaim Asuransi Mobil? Berikut Langkah-langkahnya!</a></strong></p> <h2><strong>Tak Perlu Langsung ke Polisi Jika Ada BMAI</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/kui5z4dx5ozusoqfvx25" alt="BMAI Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia"><br></strong>BMAI Hadir bagi Nasabah Asuransi yang Butuh Bantuan Penyelesaian Sengketa Klaim</p> <p>BMAI atau Badan Mediasi dan Abritase Asuransi adalah <strong>badan hukum independen</strong> dan <strong>imparsial</strong> yang menjembantani nasabah dengan perusahaan asuransi untuk menyelesaikan sengketa klaim asuransi. Lebih dari itu BMAI juga <strong>mengedukasi masyarakat soal asuransi</strong> dan <strong>manajemen risiko</strong>. Serta <strong>menyampaikan masukan ke Pemerintah dan perusahaan asuransi</strong> mengenai sengketa-sengketa asuransi yang terjadi.</p> <p><strong>Berawal dari</strong> <strong>kekhawatiran akan isu atau rumor</strong> yang tak sedap soal asuransi yang menyebar di masyarakat mengenai sulitnya melakukan klaim maka BMAI digagas industri asuransi sebagai badan yang independen dan netral untuk menyelesaikan sengketa klaim asuransi.</p> <p>BMAI lahir atas usul Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dan Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI). Dengan dukungan dari Biro Perasuransian, OJK, dan Kementerian Keuangan, BMAI resmi <strong>dibentuk pada 12 Mei 2006</strong> dan <strong>mulai aktif 25 September 2006.</strong></p> <p>Untuk memenuhi kebutuhan operasional, BMAI mendapat <strong>dana yang bersumber dari iuran setiap <a title="perusahaan asuransi" href="https://www.cermati.com/artikel/lagi-cari-asuransi-inilah-kriteria-perusahaan-asuransi-berkinerja-baik" target="_blank">perusahaan asuransi</a></strong>&#xA0;yang menjadi anggota BMAI. Besaran iuran untuk BMAI dihitung menurut besaran pendapatan premi tiap-tiap anggota.</p> <p>Melalui BMAI, nasabah asuransi yang merasa dirugikan dapat menunjukkan bukti-bukti bahwa mereka telah mematuhi prosedur sehingga tidak alasan bagi perusahaan asuransi untuk menolak klaim. Dari 2006-2016, BMAI telah menangani kurang lebih 605 kasus sengketa, yang mayoritasnya adalah sengketa klaim.</p> <h2><strong>Bagaimana Sengketa Klaim Selesai di BMAI?</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/dr9sh5dga1g6ejmjzr8r" alt="BMAI Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia"><br></strong>BMAI Jadi Penengah dan Mencari Titik Temu dalam Sengketa Asuransi</p> <p>Sebagai Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) di luar pengadilan, BMAI melakukan penyelesaian sengketa antara nasabah asuransi dan perusahaan asuransi dengan jalan <strong><em>mediasi</em></strong>, <strong><em>ajudikasi</em></strong>, dan <strong><em>arbitrase</em></strong>. Penyelesaian sengketa oleh BMAI dilakukan dengan berpegang pada prinsip <strong>Aksesbilitas</strong>, <strong>Independensi</strong>, <strong>Keadilan</strong>, <strong>Efisiensi</strong>, dan <strong>Efektivitas</strong>.</p> <p>Untuk mengajukan permohonan penyelesaian sengketa, nasabah asuransi akan diminta <strong>mengisi Formulir Penyelesaian Sengketa (FPPS)</strong> yang dapat <strong>diunduh di bmai.or.id</strong> dan nantinya diserahkan ke BMAI. Nantinya BMAI akan menyelediki persoalan yang dialami nasabah asuransi.</p> <p>Perlu diketahui <strong>laporan dari nasabah</strong> sebagai pemohon <strong>tidak dikirim</strong> dalam jangka waktu <strong>kurang dari 6 bulan </strong>sejak ditolaknya klaim oleh perusahaan asuransi. Satu lagi yang penting, jangan lupa untuk <strong>melengkapi laporan dengan pernyataan tertulis dari perusahaan asuransi</strong> bahwa benar klaim ditolak.</p> <p>Hasil penyelidikan atas laporan yang masuk ke BMAI akan menentukan bagaimana persoalan diselesaikan. Ada <strong>tiga tahap penyelesaian</strong> sengketa: <strong><em>Mediasi</em></strong>, <strong><em>Ajudikasi,</em></strong> dan <strong><em>Arbitrase</em></strong>. Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan, baik secara bertahap maupun sendiri-sendiri, tergantung kasusnya.</p> <h3><strong><em>Tahap Mediasi</em></strong></h3> <p>Seandainya benar ada yang keliru dari ditolaknya klaim oleh perusahaan asuransi, BMAI lewat mediatornya akan meminta perusahaan asuransi untuk membahas persoalan tersebut secara <strong>mediasi</strong>. BMAI dan perusahaan asuransi <strong>membahas persoalan sengketa</strong> ini <strong>guna mencari titik temu</strong> di antara kedua pihak yang bersengketa.</p> <p>Kesepakatan yang hendak dicapai bisa <strong>berakhir persetujuan bersama</strong> atau <strong>penolakan dari satu pihak</strong>. Bila perusahaan asuransi menolak, mediator BMAI akan menyampaikannya ke nasabah ditambah tawaran lain dari perusahaan asuransi.</p> <p>Bila nasabah tak terima penolakan perusahaan asuransi, tapi terima tawaran lain dari perusahaan asuransi, mediator akan memberitahukannya ke perusahaan asuransi. Begitu perusahaan asuransi setuju maka sengketa ini selesai. Mediator akan membuat catatan bagaimana sengketa ini selesai.</p> <p>Waktu yang diperlukan BMAI untuk menyelesaikan sengketa antara perusahaan asuransi dan nasabahnya berbeda-beda, tergantung kasusnya sendiri. Rata-rata sengketa yang ditangani BMAI <strong>selesai dalam waktu 1-3 bulan</strong>. Paling lama yang pernah ditangani selama 6 bulan.</p> <h3><strong><em>Tahap Ajudikasi</em></strong></h3> <p>Sampai di tahap ini itu berarti tidak tercapainya kesepakatan antara perusahaan asuransi dan nasabahnya. Pada tahap ini, <strong>sidang ajudikasi digelar</strong> dengan <strong>menghadirkan 3 (tiga) tiga Anggota Panel Ajudikator </strong>dari BMAI. Sidang ajudikasi bertujuan <strong>untuk uji materi hasil mediasi </strong>yang didapat mediator.</p> <p>Hasil keputusan sidang ajudikasi <strong>dibuat tanpa berat sebelah</strong>. Itu berarti hasil keputusan tidak berpihak pada satu sisi. Perlu diketahui keputusan yang dihasilkan BMAI mengikat bagi perusahaan asuransi. Sementara <strong>nasabah berhak untuk menerima atau menolak</strong> hasil keputusan.</p> <h3><strong><em>Tahap Arbitrase</em></strong></h3> <p>Tahap ini baru ditempuh kalau hasil keputusan di tahap ajudikasi ditolak kedua belah pihak. Sengketa akan <strong>ditangani secara arbitrase</strong> bila kedua pihak <strong>sepakat untuk menyerahkannya ke arbiter atau Majelis Arbitrase</strong>. Putusan dari tahap arbitrase nantinya dibuat 3 (tiga) anggota Majelis Arbitrase yang <strong>mengikat kedua pihak</strong> dan <strong>tidak boleh mengambil hukum banding</strong>, <strong>kasasi</strong>, dan <strong>jalur hukum lainnya</strong>.</p> <h2><strong>Sengketa Apa Saja yang Ditangani BMAI?</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/m2t6h53sqdehdiimrmde" alt="BMAI Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia"><br></strong>Dari Berdiri hingga 2016, BMAI Sudah Menangani Sekitar 600 Kasus</p> <p>Ada sejumlah sengketa yang ditangani BMAI soal asuransi, di antaranya:</p> <ul> <li><strong>Klaim ditolak</strong> karena dinyatakan <strong>tidak ada tanggung jawab polis</strong>.</li> <li>Nilai klaim <strong>di bawah nilai klaim yang diminta</strong> nasabah asuransi.</li> <li>Pemulihan polis (<strong><em>reinstatement</em></strong>) dan penebusan polis (<strong><em>surrender</em></strong>).</li> <li>Sengketa yang <strong>belum pernah diajukan dan disidangkan</strong> di pengadilan.</li> <li>Sengketa yang <strong>bisa ditangani secara mediasi atau ajudikasi</strong>.</li> <li>Sengketa klaim dengan <strong>nilai tertinggi Rp750 juta per klaim</strong> untuk <strong>asuransi umum</strong> serta <strong>Rp500 juta per klaim </strong>untuk <strong>asuransi jiwa</strong> dan <strong>jaminan sosial</strong>.</li> </ul> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Penjelasan dan Cara Klaim Asuransi Banjir untuk Mobil" href="https://www.cermati.com/artikel/penjelasan-dan-cara-klaim-asuransi-banjir-untuk-mobil" target="_blank">Penjelasan dan Cara Klaim Asuransi Banjir untuk Mobil</a></strong></p> <h2><strong>Ini Sebabnya Penyelesaian Sengketa Stop Tanpa Mediasi</strong></h2> <p>Ada kalanya sengketa yang penyelesaiannya sedang berjalan stop di tengah jalan tanpa mediasi. Dengan persetujuan Ketua BMAI, mediator stop melakukan penyelidikan dan mediasi dikarenakan:</p> <ul> <li>Sengketa dianggap telah <strong>melampaui batas kewajaran</strong> menurut mediator.</li> <li>Sengketa dianggap <strong>tidak tepat untuk diselesaikan BMAI</strong>.</li> </ul> <p>Setiap keputusan mengenai penghentian penyelesaian sengketa diketahui dan dibuat Ketua BMAI sesuai aturan. Sifat dari keputusan tersebut final dan konsuklutif serta tidak dapat dipertanyakan pihak-pihak yang berkepentingan.</p> <h2><strong>Daripada Keluar Biaya, Lebih Baik Selesaikan lewat di BMAI</strong></h2> <p>Menyelesaikan sengketa asuransi, termasuk klaim, lewat jalur hukum pidana selain menelan biaya yang tak sedikit juga belum tentu hasilnya seperti yang diharapkan. Syukur-syukur bukti yang dimiliki sifatnya kuat. Sudah bisa dipastikan berpeluang menang secara hukum. Bagaimana jika sebaliknya? Sudah keluar biaya banyak, kalah di pengadilan ditambah dana klaim gagal didapat.</p> <p>Nah, dengan melaporkan persoalan antara Anda sebagai nasabah asuransi dan perusahaan asuransi ke BMAI, Anda terhindar untuk mengeluarkan banyak biaya. Sebab dari informasi di bmai.or.id, <strong>BMAI memberikan layanan gratis</strong> untuk <strong>mediasi</strong> dan <strong>ajudikasi</strong>.</p> <p>Sementara untuk <strong>arbitrase</strong>, ada <strong>beban biaya yang disesuaikan dengan besaran nilai</strong> yang disengketakan. Jadi, Anda tak perlu pusing memikirkan biaya untuk pengacara atau biaya-biaya lainnya.</p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong>Di Mana dan Bagaimana Menghubungi BMAI?</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/cfnvcbdu0pehc2aezuaf" alt="BMAI Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia"><br></strong>Sampaikan Persoalan ke BMAI&#xA0;dalam Jangka Waktu&#xA0;kurang dari 6 Bulan&#xA0;Sejak Klaim Ditolak</p> <p>Nasabah asuransi yang ingin menyampaikan persoalannya dapat menghubungi BMAI lewat:</p> <ul> <li>Telepon: <strong>(021)5274145</strong></li> <li>Fax: <strong>(021) 5274146</strong></li> <li>Email: <strong>info@bmai.or.id</strong></li> <li>Website: <strong>bmai.or.id</strong></li> </ul> <p>Atau bisa juga mendatangi langsung Kantor BMAI di alamat <strong>Gedung Menara Duta Lt.7</strong>, Jl. Rasuna Said Kav.B-9, Jakarta 12910.</p> <h2><strong>Cermati Apa Saja Tindakan yang Perlu Diambil agar Klaim Asuransi&#xA0;Sukses</strong></h2> <p>Lebih baik lagi kalau Anda mengambil tindakan antisipatif supaya klaim tidak ditolak. Bahkan, tak ada alasan bagi perusahaan asuransi untuk menolaknya. Apa saja itu?</p> <ol> <li><strong>Hindari sebab-sebab</strong> yang dapat membuat polis jadi tidak aktif (<strong>lapse</strong>) dengan displin dan tepat waktu bayar premi.</li> </ol> <ol start="2"> <li><strong>Baca dan pahami proposal asuransi</strong> (<strong>polis</strong>) sebelum memutuskan setuju dengan isi polis. Sebab dengan tahu isi polis, itu berarti tahu apa saja sebab atau risiko yang di-cover perusahaan asuransi ataupun pengecualian-pengecualian dalam klaim.</li> </ol> <ol start="3"> <li>Begitu mengalami sebab-sebab atau risiko-risiko yang jadi tanggungan asuransi, <strong>jangan menunda-nunda untuk melakukan klaim</strong>. Untuk itu, ingat atau baca kembali tenggang waktu yang diberikan untuk melakukan klaim.</li> </ol> <ol start="4"> <li><strong>Lengkapi selengkap-lengkapnya data atau dokumen</strong> yang diminta untuk mengajukan klaim.</li> </ol> <ol start="5"> <li>Cek terlebih dahulu apakah Anda sedang <strong>berada dalam masa tunggu atau tidak</strong>. Masa tunggu asuransi adalah waktu antara sejak terbitnya polis hingga beberapa bulan ke depan (lamanya 6-24 bulan). Melakukan klaim pada masa tunggu sudah dipastikan ditolak.</li> </ol> <ol start="6"> <li><strong>Terus terang dalam menyampaikan informasi</strong>. Sebab klaim ditolak kalau Anda mengajukan klaim untuk sakit/penyakit yang ada sebelum&#xA0;<a title="polis asuransi" href="https://www.cermati.com/artikel/6-hal-ini-wajib-diketahui-sebelum-mengambil-polis-asuransi-jiwa" target="_blank">polis asuransi</a> disetujui.</li> </ol> <p>Dengan mencermati dan memahami tindakan-tindakan yang dapat menghindarkan dari gagalnya mengajukan klaim, Anda tak perlu repot-repot melaporkan persoalan dengan perusahaan asuransi ke BMAI, apalagi sampai ke polisi. Setidaknya, dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut, gagalnya mengajukan klaim bisa diminimalkan.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Deductible: Biaya dalam Asuransi yang Wajib Dibayar Saat Klaim" href="https://www.cermati.com/artikel/deductible-biaya-dalam-asuransi-yang-wajib-dibayar-saat-klaim" target="_blank">Deductible: Biaya dalam Asuransi yang Wajib Dibayar Saat Klaim</a></strong></p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/klaim-asuransi-dibuat-susah-bmai-siap-membantu">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 22 Juni 2018 - 12:30 WIB

Pendatang baru di DKI diminta segera lapor RT/RW

Hukum | 22 Juni 2018 - 12:13 WIB

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati

Kriminalitas | 22 Juni 2018 - 11:05 WIB

Fredrich Yunadi hari ini bacakan nota pembelaan

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 10:28 WIB

Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Jatim

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com