Rabu, 26 September 2018 | 18:45 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Koleksi Galeri Nasional Indonesia dipamerkan di Bulgaria

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus ‘Andre’ Sukmana (kiri) dan Duta Besar Republik Indonesia di Sofia Sri Astari Rasjid (kanan) di depan karya Popo Iskandar berjudul Kucing dalam Pameran Seni Rupa Koleksi Galeri Nasional Indonesia di Nationa
Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus ‘Andre’ Sukmana (kiri) dan Duta Besar Republik Indonesia di Sofia Sri Astari Rasjid (kanan) di depan karya Popo Iskandar berjudul Kucing dalam Pameran Seni Rupa Koleksi Galeri Nasional Indonesia di Nationa
<p>Karya-karya seni rupa modern Indonesia dipajang dalam Pameran Seni Rupa Koleksi Galeri Nasional Indonesia yang berlangsung 5 Oktober hingga 12 November di National Art Gallery, Sofia, Bulgaria. </p><p>Pameran dalam rangkaian kegiatan Wonders of Indonesia itu dipresentasikan oleh Kurator Citra Smara Dewi dan menampilkan karya perupa berpengaruh seperti Popo Iskandar, Affandi, Nyoman Arsana, Fadjar Sidik, Batara Lubis, A.D. Pirous, I Ketut Tagen, Sentot, Hatta Hambali dan Mulyadi. </p><p>Pameran ini memetakan sejarah perjalanan perkembangan seni rupa melalui karya seni lukis yang diciptakan seniman Indonesia pada masa pascakemerdekaan era 1950-an hingga 1980-an menurut siaran pers Galeri Nasional Indonesia. </p><p>Dinamika seni rupa Indonesia pada masa itu diwarnai pelbagai aliran seperti realisme, ekspresionisme, impresionisme, dekoratif, hingga abstrak. </p><p>Seniman seperti Affandi, Popo Iskandar, A.D. Pirous dan Fadjar Sidik memiliki peran signifikan dalam perkembangan seni rupa modern-kontemporer Indonesia. Mereka menawarkan "kebaruan" dalam konsep berkarya pada zamannya. </p><p>Sedangkan Nyoman Arsana, Batara Lubis, I Ketut Tagen, Sentot, Hatta Hambali, dan Mulyadi menampilkan karya-karya seni lukis realis, dekoratif, impresionis dan abstrak.</p><p>"Pameran ini diharapkan menjadi media edukasi dan apresiasi untuk mempromosikan karya-karya seni rupa modern Indonesia dan sarana untuk memperkenalkan lebih dekat eksistensi para perupa Indonesia di mata dunia internasional," kata Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus 'Andre' Sukmana  dalam siaran pers.</p><p>Sebelumnya, Galeri Nasional Indonesia pernah menggelar Pameran Keliling di beberapa negara dengan variasi tema dan konten, antara lain di Kuala Lumpur (Malaysia), Bangkok (Thailand), Manila (Filipina), (Hanoi) Vietnam, Yangon (Myanmar), Tlemcen (Al Jazair), Washington, D.C. (Amerika Serikat), Phnom Penh (Kamboja), Canberra (Australia), dan Frankfurter Kunstverein (Jerman) dalam rangka Frankfurt Book Fair (FBF) 2015. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 18:38 WIB

Ma`ruf Amin berterima kasih kepada keluarga Gus Dur

Ekonomi | 26 September 2018 - 18:17 WIB

Rupiah Rabu sore menguat tipis menjadi Rp14.891

Bencana Alam | 26 September 2018 - 18:06 WIB

Kabupaten Tambrauw diguncang gempa Magnitudo 5,4

Badminton | 26 September 2018 - 17:57 WIB

Tiga tunggal putra menangi laga Korea Terbuka

Ekonomi | 26 September 2018 - 17:48 WIB

Indef: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2018, 5,1 persen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com