Selasa, 12 Desember 2017

Persoalan alutsista menkopolhukam dan panglima TNI sudah selesai

Selasa, 10 Oktober 2017 14:07

Foto: Efendi Murdiono. Foto: Efendi Murdiono.
Ayo berbagi!

Pernyataan Menkopolhukam RI Wiranto soal berita yang beredar di tengah-tengah masyarakat berkenaan dengan pengadaan senjata disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio tidak semua benar hal ini disampaikan anggota DPR RI komisi I Drs. HM. Syaiful Bahri Ansori, MP.

Kata Syaiful Bahri adanya kabar itu ada miskomunikasi antara menkopolhukam dengan Panglima TNI Gatot Nurmantio, sementara pengadaan alusista yang jelas-jelas benar sekitar 507 pucuk senjata yang ada di APBN dan senjata itu diperuntukkan Badan Intelijen Negara (BIN). Keperluan senjata itu digunakan dalam latihan BIN dalam peningkatan kemampuan personil BIN.

Dikatakan Syaiful Bahri Ansori saat kunjungan melihat dari dekat latihan BIN dan hasil berdialog disampaiaikan memang ada kebutuhan senjata dalam latihan untuk mempermudah kegiatan materi penggunaan senjata.

Menurut legeslif dari pemilihan Jawa Timur IV yang meliputi kabupaten Lumajang dan kabupaten Jember bahwa pengadaan senjata baru itu untuk mempermudah latihan BIN.

Pembelian senjata baru itu dipaparkan Syaiful Bahri Ansori dalam persoalan pengadaan alusista institusi BIN sudah ada keterangan yang jelas

"Dalam kontek hukum untuk membeli senjata minimal perijinan kepada Menteri Pertahanan RI, berkenaan dengan permasalahan pembelian alutsista dan permasalahan tersebut sudah clear dalam membelian senjata," ujar Syaiful Bahri seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Efendi Murdiono. 

Munculnya berita itu menjadi viral kata ketua Sarbumusi pusat Syaiful Bahri karena informasi yang ada itu diolah sedemikian rupa oleh awak media dijadikan isu yang menarik dan pihaknya meminta lembaga negara jangan dibentur-benturkan

Syaiful Bahri Ansori sebagai pribadi dan anggota Komisi I DPR RI mengucapkan banyak terimakasih kepada Menkopolhukam Wiranto dengan memberikan keterangan yang baik juga ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo dan permasalahan itu dianggap sudah selesai.

Jenis senjata yang dibeli itu Syaiful Bahri mengatakan tidak terlalu paham dan pihaknya memastikan senjata yang dibeli tidak sama dengan senjata berat seperti milik TNI.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar