Rabu, 18 Oktober 2017

Analisa mega transfer Rp18,9 triliun oleh 81 WNI

Selasa, 10 Oktober 2017 13:06

Ilustrasi. Foto: money.cnn.com Ilustrasi. Foto: money.cnn.com
Ayo berbagi!

Transfer besar yang dilakukan 81 warga negara Indonesia (WNI) sebanyak Rp18,9 triliun dari Inggris ke Singapura tengah didalami oleh Direktorat Pajak yang berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun, apakah dengan terkuaknya kasus ini dapat disimpulkan bahwa banyak masyarakat yang lebih memilih berinvestasi di luar negeri?

Guna manjawab permasalahan tersebut, Elshinta menghadirkan Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo dan Irwan Ibrahim, Pengamat Ekonomi dan Keuangan Internasional, sebagai narasumber dalam Diskusi Interaktif Radio Elshinta, Senin (9/10) malam. 

Menurut Yustinus, dalam transfer mega dana tersebut terdapat kejanggalan, mengingat transfer dana itu dilakukan dalam waktu yang bersamaan. 

Yustinus menduga jika transfer mega dana tersebut merupakan upaya untuk menghindar dari pajak. 

“Janggal, ketika itu dilakukan bersamaan oleh beberapa orang dan dalam waktu yang hampir berbarengan. Negara Eropa termasuk Inggris akan melakukan keterbukaan informasi perbankan,” kata dia.

Yustinus menambahkan, “Kelihatan sekali ini menjelang Indonesia dalam menerapkan tax amnesty. Jadi karena periode waktu yang teririskan dengan periode penting dalam bidang keuangan, dan dilakukan oleh beberapa orang secara bersamaan, lalu secara profile kalau menurut keterangan dari media asing ada profile yang menyimpang antara pemlik rekening dengan profile usaha".

Menurutnya, penyimpangan profile tersebutlah yang membuat transfer mega dana tersebut menjadi mencurigakan. Yustinus mengatakan, modus warga negara yang menyimpan dana di luar negeri adalah untuk menghindar dari pajak.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Internasional, Irwan Ibrahim mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, terjadinya mega transfer tersebut dilakukan terkait dengan Pemerintah Indonesia yang akan melakukan program tax amnesty.

“Jadi dengan adanya transfer tersebut, kemungkinan besar karena adanya program tax amnesty di Indonesia tahap 2 dan mau menjelang tahap 3 yang terakhir 31 Desember 2017. Disamping itu di dunia internasional akan adanya Global Transparency baik dari pajak maupun sektoral bankingnya,” terangnya. 

Penulis: Yuno

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar