Selasa, 12 Desember 2017

Penentuan malam ini: apakah Messi dan Argentina, Robben dan Belanda, bisa lolos ke Piala Dunia?

Selasa, 10 Oktober 2017 14:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Lionel Messi reacts after Argentina's draw against Peru
Getty Images
Lionel Messi hanya berjarak 90 menit dari kegagalan tampil di Piala Dunia bersama Argentina

Dua tim raksasa sepak bola, Belanda dan Argentina, terancam tidak bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018 di Rusia, karena dan nasib mereka ditentukan di pertandingan terakhirnya masing-masing malam ini.

Peluang Argentina masih sedikit lebih baik dibandingkan Belanda.

Meski berada di posisi ke-6 klasemen kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan, Lionel Messi dan kawan-kawan bisa lolos jika menang dalam pertandingan tandang di Ekuador. Sementara Belanda harus menang dengan 7-0.

Argentina mengumpulkan 25 poin dari 17 pertandingan kualifikasi, sama dengan Peru yang menduduki posisi ke-5 klasemen. Tiga tim di atasnya, juga mengantongi angka yang tak jauh beda, yakni Uruguay 28, Cile 26, dan Kolumbia 26.

Partai hidup mati harus memenangkan pertandingan untuk zona Amerika Latin sebenarnya ada di pertandingan Peru melawan Kolumbia. Jika mereka seri, Kolumbia akan tetap lolos bersama Argentina - jika tim Tango menang di Quito, Ekuador.

Belanda
Getty Images
Para pemain Blanda tiba di sesi latihan untuk bersiap dalam 'misi mustahil' menghadapi Swedia.

Semua skenario Argentina bermain di Piala Dunia 2018 akan pupus jika Argentina tak mampu menang di pertandingan Rabu, 11 Oktober 2017 dini hari nanti di Estadio Olimpico Atahualpa. Hasil seri, apalagi kalah, memastikan dua kali juara dunia itu tak bisa tampil di Rusia.

Pasalnya, catatan pertemuan kedua tim di Quito tak berpihak pada tim besutan Jorge Sampaoli itu. Argentina hanya mampu bermain seri 1-1 pada Juni 2013, lalu kalah masing-masing 0-2 Juni 2009 dan Juni 2005. Bahkan pertemuan terakhir mereka di Buenos Aires, Argentina ditekuk 0-2 pada 8 Oktober 2016.

Argentina banyak mendapat sorotan lantaran prestasi mereka yang jelek akhir-akhir ini. Dari 17 pertandingan kualifikasi Piala Dunia, Argentina hanya mencetak 16 gol yang merupakan paling sedikit dari seluruh kontestan Amerika Latin, kecuali Bolivia dengan 14 gol.

Bahkan dalam empat pertandingan terakhir Argentina di kualifikasi Piala Dunia, mereka hanya mencetak satu gol dan mengumpulkan tiga angka. Kalah 0-2 dari Bolivia, lalu seri 0-0 melawan Uruguay, 1-1 melawan Venezuela, dan terakhir 0-0 melawan Peru.

An Argentina fan after their draw against Peru
EPA
Sejumlah fans Argentina tak bisa percaya bahwa tim mereka tak bisa mengalahkan Peru dan hanya main imbang dlam pertandingan di Buenos Aires, membuat jalan Argentina ke Rusia sangat terjal.

Sebuah kemenangan atas Ekuador akan mampu menghapus semua catatan jelek Argentina itu dan lolos ke Piala Dunia Rusia. Tiga angka di Quito akan membuat Sampaoli yang menangani Argentina sejak Juni 2017 silam, bisa bernafas lega.

Kondisi yang lebih sulit dihadapi Belanda yang menjamu Swedia di pertandingan terakhir kualifikasi Grup A zona Eropa. Belanda di posisi ke-3 dengan 16 poin, Swedia posisi ke-2 dengan 19 poin, dan pemuncak yang sudah pasti lolos Prancis dengan 20 poin.

Belanda tak sekedar butuh tiga poin, tapi harus menang dengan selisih setidaknya 7 gol. Pasalnya, untuk lolos dari grup, jika jumlah poin sama, maka selanjutnya ditentukan dengan selisih gol masing-masing tim.

sekpak bola
Getty Images
Pemain Belanda Vincent Janssen sat menghadapi Belarus -yang hanya bisa merka menangkan 3-1, sementara Swedia menang besar 8-0 atas Luksemburg.

Swedia mengantongi selisih gol surplus 19 sementara Belanda hanya surplus 7. Dengan kemenangan 7-0 akan memutarbalikkan posisi kedua tim di klasemen menjadi Belanda surplus 14 gol sementara Swedia menjadi hanya surplus 12 gol, dengan poin sama-sama 19.

Pertemuan pertama di Belanda, kedua tim bermain imbang 1-1 pada 6 September 2016. Ketika itu, Belanda diasuh Danny Blind yang belakangan dipecat pada Maret 2017 lalu.

Kini nasib tiga kali finalis Piala Dunia itu berada di tangan pelatih Dick Advocaat, untuk menempuh sebuah misi yang mustahil: menang 7-0 atas tim kuat, Swedia. "Kenyataannya memang sangat sulit. Tapi ini belum berakhir," ucap Advocaat seperti dikutip NOS.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar