Sabtu, 18 Agustus 2018 | 01:49 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

BI segera atur instrumen bersifat `close-loop`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Bank Indonesia mengungkapkan akan segera menerbitkan peraturan untuk alat pembayaran non-tunai bersifat "closed-loop" atau alat yang berlaku hanya untuk membeli produk dan jasa penerbit, seperti "Starbucks Card", "CGV Blitz Card", dan lainnya.</p><p>Alat pembayaran seperti "Starbucks Card" bersifat "closed-loop" dan belum bisa dikategorikan sebagai uang elektronik, karena hanya bisa digunakan untuk membayar jasa atau produk dari penerbit.</p><p>"Sebentar lagi, tidak dalam hitungan bulan akan keluar peraturannya, ditunggu saja," kata Direktur Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky Wibowo di Jakarta, Selasa.</p><p>Alat bayar bersifat "closed-loop" berbeda dengan alat bayar non-tunai lainnya yang disebut uang elektronik seperti BukaDompet di Bukalapak, atau Tokocash di Tokopedia.</p><p>BukaDompet dan uang elektronik lainnya dapat digunakan pengguna untuk membeli barang atau jasa dari pihak yang bukan penerbit, sedangkan alat "closed-loop" tidak bisa.</p><p>Pungky menjelaskan BI harus turut mengatur alat bayar "closed-loop" karena perkembangan alat bayar non-tunai yang pesat. Alat bayar "closed-loop" kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menyimpan dananya guna memudahkan pembayaran.</p><p>Oleh karena jumlah dana yang terus meningkat dalam alat bayar non-tunai "closed-loop", kata Pungky, BI harus membuat aturan untuk menjaga pengelolaan dana tersebut dan melindungi kepentingan konsumen.&nbsp;</p><p>Selama ini, BI hanya meminta laporan dari penerbit alat bayar non-tunai "closed-loop".</p><p>Sayangnya, Pungky masih enggan membeberkan peraturan tersebut. "Tunggu saja, sangat segera akan keluar," ujar dia.</p><p>Sebenarnya wacana, pengaturan untuk alat bayar on-tunai "closed-loop" sudah mengemuka sejak awal 2016. BI memang harus merombak peraturan uang elektronik karena pesatnya perkembangan alat pembayaran ini.</p><p>Pada 2016, ketika wacana ini bergulir, BI berencana mewajibkan penerbit alat bayar non-tunai "closed-loop" untuk mengajukan izin jika memiliki 300 ribu pengguna aktif.</p><p>Sedangkan, bagi perusahaan penerbit alat bayar non-tunai "closed-loop" yang pengguna aktifnya sedikit, hanya melapor ke BI. Namun, setahun berselang, wacana pengaturan tersebut belum terealisasi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 22:14 WIB

1.202 warga binaan Rutan Depok dapat remisi

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 21:57 WIB

Kado HUT Kemerdekaan RI, 24 napi Lapas Lowokwaru hirup udara bebas

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 21:47 WIB

200 napi Bojonegoro dapat remisi di HUT RI ke-73

Event | 17 Agustus 2018 - 21:21 WIB

Indonesia taklukkan Laos 3-0

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 21:17 WIB

HUT RI ke-73, Indonesia belum merdeka dari narkoba

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 20:53 WIB

Usai jadi inspektur upacara, Wali Kota Medan pesan hargai jasa pahlawan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:41 WIB

PAN gelar rakernas putuskan arah koalisi Pilpres

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:41 WIB

Posisi tidur terbaik menurut ahli kesehatan

Minggu, 05 Agustus 2018 - 16:37 WIB

Dishub Yogyakarta: Jumlah becak kayuh makin berkurang

Kamis, 02 Agustus 2018 - 07:33 WIB

Pelatih Persebaya Alfredo Vera mengundurkan diri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com