Selasa, 12 Desember 2017

Kapolda Jabar: Potensi konflik terbesar Pilkada 2018 ada di Jawa Barat

Selasa, 10 Oktober 2017 15:48

Ilustrasi. Foto: purwakartapost.com Ilustrasi. Foto: purwakartapost.com
Ayo berbagi!

Jelang Pilkada Serentak 2018, beberapa daerah yang memiliki tingkat rawan konflik telah menjadi sorotan oleh pihak kepolisian. Salah satu daerah yang memiliki potensi konflik terbesar adalah Provinsi Jawa Barat. 

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Marwoto seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Paramuyuda Adikara telah melakukan beberapa persiapan dan telah melakukan pendalaman terkait masalah yang kerap muncul saat pesta demokrasi dijalankan. 

Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang berpotensi menimbulkan konflik di Jawa Barat. Potensi pertama ada di tingkat Kabupaten Kota khususnya yang memiliki pasangan incumben. "Berdasarkan informasi dan pengalaman, mereka dapat  mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan hal-hal diluar kerja dinasnya. Jika hal tersebut diketahui oleh pasangan lainnya, maka konflik pun mudah terjadi," katanya.  

Hal kedua menurut Budi, ormas juga turut menjadi perhatian, dikarenakan di wilayah Jawa Barat, keberadaan ormas yang ada bisa dikatakan banyak. Selain itu, buruh juga terbilang banyak, Budi mengatakan setidaknya terdapat 2,3 juta buruh di Jawa Barat. 

Potensi ketiga yang bisa menjadi konflik ialah mobilisasi masa antar daerah seperti Depok dan Bogor, juga berpotensi untuk terjadinya konflik, karena hingga saat ini masih terdapat setidaknya 3 juta orang yang belum memiliki e-KTP. 

Poin terakhir yang menjadi perhatian adalah banyaknya jumlah komunitas sepeda motor di wilayah hukum Polda Jawa Barat juga berpotensi menimbulkan masalah. Pasalnya, komunitas-komunitas tersebut bisa digerakkan oleh parpol yang ada. 

Penulis: Yuno.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar