Selasa, 12 Desember 2017

Tangani kasus penganiayaan, polisi bongkar makam

Selasa, 10 Oktober 2017 19:49

Foto: Deni Suryanti. Foto: Deni Suryanti.
Ayo berbagi!

Curiga salah satu warga meninggal dunia karena dianiaya, polisi membongkar makam Andi Aprilian (22) warga Dukuh Bacem, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pembongkaran makam untuk kepentingan otopsi dan penyelidikan. Kasus penganiayaan sendiri dilaporkan ke polisi oleh keluarga usai pemakaman korban pada 2 Oktober lalu.

Kapolsek Grogol, AKP Danny Herlambang menyampaikan, sesuai laporan dari pihak keluarga, Andi Aprilian diduga mejadi korban pengeroyokan pada 1 Oktober malam oleh komunitas punk. Dimana, korban juga salah satu anggota komunitas tersebut. Permasalahan bermula saat korban Andi menjual sebuah telepon genggam berikut kartu SIM kepada salah satu temannya. Tetapi pada malam hari, seseorang menghubungi kartu SIM di telepon tersebut dan mengaku telepon gengam itu miliknya yang telah dicuri. "Merasa dibohongi Andi, pembeli telepon genggam naik pitam dan mengajak beberapa teman mendatangi korban," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti. 

Menurut Danny Herlambang, pelaku CM alias Jhon  mengajak lima orang lainnya mendatangi Andi. Korban dijemput dan dikeroyok di dua tempat berbeda, yaitu di sebuah TK di Desa Langenharjo dan di sebuah kos di Desa Madegondo. Kedua lokasi berada di Kecamatan Grogol. Korban dalam keadaan tak berdaya meminta dijemput kakak ke kos-kosan TKP kedua. "Kemudian korban disuruh tidur dan ditemukan meninggal dunia pada keesokan harinya," imbuhnya.

Danny Herlambang menambahkan, polisi melakukan pengejaran dan menangkap pelaku setelah menerima laporan dari pihak keluarga. Para pelaku yang berhasil diamankan yaitu, CM, AYA, SEH, APS, ADA dan ESA. Hasil otopsi sendiri akan diketahui beberapa hari ke depan. Pembongkaran makam ini disaksikan pihak keluarga, perangkat desa, petugas dari Polsek Grogol dan Polres Sukoharjo. Selain itu, warga sekitar juga nampak penasaran dan turut menyaksikan proses otopsi meski bau busuk menyengat di sekitar lokasi malam Dusun Bacem."Diotopsi di rumah sakit sekitar dua jam dan akan dikebumikan lagi setelahnya," tutup Kapolsek. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar