Selasa, 19 Juni 2018 | 05:54 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Hasil uji laboratorium, 8 jamaah haji Kudus negatif virus Mers

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Sutini.
Foto: Sutini.
<p>Sebanyak 8 orang haji asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang sempat diduga terkena virus MERS (middle east respiratory syndrome) akhirnya dapat bernafas lega, setelah hasil uji laboratorium yang dikirim ke Puslitbang di Jakarta dinyatakan negatif. Hasil tersebut meliputi 3 orang yang dirawat di RSP dr. Karyadi Semarang, serta 5 orang yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Lukmonohadi Kudus.&nbsp;</p><p><br></p><p>Direktur Utama RSUD dr. Lukmonohadi Kudus dokter A. Aziz Akhyar mengatakan, pada awal masuk untuk dirawat kondisi para pasien mengalami panas diatas 38 derajat, batuk aktif dan sesak nafas, gejala tersebut mirip dengan virus Mers. Sehingga pihaknya tidak ingin ambil resiko, apalagi para pasien baru dari daerah yang rawan penyebaran virus Mers.</p><p><br></p><p>"Kami menerima pasien itu hari Kamis 4 Oktober lalu selang satu hari pasca kepulangan jamaah haji asal Kudus. Sebelumnya jamaah haji tersebut telah diberikan penyuluhan di Embarkasi, jika merasakan gejala virus Mers untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Ternyata ada 8 orang yang mengalami keluhan yang sama", paparnya seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Sutini.&nbsp;</strong></i></p><p><br></p><p>Ia menjelaskan 8 pasien tersebut, telah dilakukan penanganan sebagaimana mestinya, termasuk ditempatkan di ruang isolasi. Namun dari 8 pasien tersebut ada 3 diantaranya yang membutuhkan rujukan sehingga dirujuk ke RSP dr. Karyadi Semarang. Sementara 5 pasien lainnya masih dirawat di RSUD dr Lukmonohadi Kudus.</p><p><br></p><p>Ditambahkan Aziz berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel darah maupun dahak para pasien yang dikirim ke Jakarta ternyata negatif virus MERS. Sehingga para pasien yang sebelumnya ditempatkan diruang isolasi dipindahkan keruang perawatan biasa.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Sebenarnya itu kehati-hatian dari kami ketika menerima pasien dengan keluhan mirip gejala Mers makanya dilakukan antisipasi. Sebab ditempat kami untuk sarana dan prasarana penyakit menular seperti itu belum memadai. Sehingga terpaksa ada yang sempat dirujuk ke RSP dr. Karyadi untuk mendapatkan penangganan yang lebih baik", ungkap Aziz.</p><p><br></p><p>Ia menambahkan, kemungkinan para pasien yang rata-rata telah lanjut usia, pada saat berangkat haji sudah mempunyai penyakit bawaan atau mengalami pneunomia akibat cuaca. Setelah diketahui hasilnya negatif Mers, pihaknya akan melakukan penangganan sesuai sebagaimana mestinya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com