Minggu, 22 Juli 2018 | 10:06 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Data Rekanan Keamanan Nasional Australia Dicuri

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Asisten Menteri Urusan Keamanan Siber Dan Tehan bersama PM Malcolm Turnbull.
(Courtesy: AustraliaPlus) Asisten Menteri Urusan Keamanan Siber Dan Tehan bersama PM Malcolm Turnbull.
<p>Pemerintah Australia hari Selasa (10/10/2017) mengumumkan pencuri siber berhasil masuk ke sistem komputer perusahaan kontraktor keamanan nasional.</p><p>Para penyusup tersebut berhasil mendapatkan akses ke jaringan teknologi informasi perusahaan itu untuk jangka waktu lama dan mencuri sejumlah besar data rekanan Departemen Pertahanan tersebut.</p><p>Pusat Keamanan Cyber Australia (ACSC) mengetahui kejadian tersebut November tahun lalu dan membantu mengatasi serangan itu.</p><p>Asisten Menteri Urusan Keamanan Cyber Dan Tehan mengatakan tidak jelas siapa yang melakukan serangan itu, namun pihaknya tidak mengesampingkan keterlibatan pemerintah asing.</p><p>"Bisa jadi aktornya negara, bisa jadi penjahat dunia maya. Karena itulah masalah ini dianggap sangat serius," katanya.</p><p>"Kami tidak 100 persen yakin. Itu salah satu kesulitan di bidang ini," tambahnya.</p><p>Tehan tidak mengatakan berapa lama penyusup memiliki akses terhadap sistem tersebut.</p><p>Namun dia mengatakan infrastruktur teknologi informasi perusahaan kecil itu sekarang sudah aman.</p><p>"Persahaan kecil itu telah memberlakukan perlindungan keamanan siber yang diharapkan mencegah kejadian semacam itu terulang lagi," jelasnya.</p><h2>Serangan semakin canggih</h2><p>Hari ini Pemerintah Australia akan merilis laporan tahunan ACSC mengenai ancaman siber.</p><p>Insiden terkait pertahanan nasional adalah salah satu dari 734 kasus yang ditangani ACSC tahun lalu, yang menargetkan infrastruktur atau sistem pribadi lainnya yang menjadi kepentingan nasional.</p><p>"Hal ini mengkhawatirkan, namun hal yang paling memprihatinkan adalah apa yang kita lihat adalah semakih canggihnya serangan ini," kata Tehan.</p><p>"Jelas sangat penting agar mereka membangun ketahanan siber untuk segala hal yang mereka lakukan ... mereka perlu menjadikan siber sebagai bagian rutinitas sehari-hari mereka," ujarnya.</p><p>ACSC mengidentifikasi 47.000 insiden siber selama tahun lalu - meningkat 15 persen - dan lebih dari setengahnya adalah penipuan internet.</p><p>Perusahaan-perusahaan utama Australia terkena sebanyak 7.283 serangan siber tahun lalu.</p><p>Badan intelijen Direktorat Sinyal Australia (ASD) menangani sebanyak 671 dari serangan tersebut.</p><p>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-10-10/defence-contractors-files-stolen-in-hacking:-security-report/9032290" target="_blank" title="">di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 22 Juli 2018 - 09:58 WIB

Petugas butuh 12 jam untuk evakuasi truk solar

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 09:45 WIB

JCH lansia jadi prioritas utama haji di Tanah Suci

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 09:33 WIB

Dirjen PAS: Kejadian di Sukamiskin masalah serius

Ekonomi | 22 Juli 2018 - 09:16 WIB

Harga telur di Sidoarjo kembali normal

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:52 WIB

Tiga calhaj embarkasi Jakarta tertunda keberangkatannya

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:34 WIB

Puskes Haji: Tangani jamaah pingsan dengan tenang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com